Jumat, 08 Juli 2011

PENGOBATAN SEGALA PENYAKIT DENGAN PROPOLIS DIAMOND

Propolis Diamond (cara baru menyembuhkan penyakit sampai ke akarnya)


MEMBAWA SATU BOTOL PROPOLIS IBARAT MEMBAWA SELURUH OBAT DALAM APOTIK



Harga: Rp.130.000
Telepon / Hp: 085742731735
                          (Pak Sarsidi MD),Sima Kr Bulu,Moga,Pemalang


  • anda sudah berobat kemana-mana belum juga sembuh?
  • atau anda sudah berkali-kali ke pengobatan alternatif juga tidak mempan ?
  • atau anda menderita penyakit yang sudah lama dan susah disembuhkan karena biaya penyembuhannya mahal ?

TEMUKAN JAWABAN ATAS PENYAKIT ANDA DENGAN PROPOLIS DIAMOND!!


Apa itu propolis ? Propolis adalah obat yang dibuat dari AIR LIUR Lebah madu. dimana lebah menggunakan air liurnya untuk melapisi dan melindungi  sarangnnya agar steril dari virus dan bakteri.Istilah PROPOLIS berasal dari kata "pro (pertahanan) dan "polis(kota).Jika disatukan berarti pertahanan kota.Kota disini adalah sarang lebah.Hal ini dilakukan lebah untuk mempertahankan diri dan melindungi madunya dari bahaya yang mengancam.Jika orang menggunakan propolis,maka dia melakukan tindakan sebagaimana yang dilakukan oleh lebah yaitu menyembuhkan sekaligus mempertahankan kesehatan dirinya sendiri.Subhanallah!!Inilah keajaiban dari Sang Pencipta.
Adapun bahan yang terkandung dalam propolis sendiri adalah beratus-ratus bahkan ribuan getah pepohonan dan tumbuhan. sehingga air liur lebah sangat efektif dalam menyembuhkan penyakit secara total. menurut riset ahli di new zealend mengatakan " propolis terbukti secara ilmiah dapat menyembuhkan lebih dari 500 jenis penyakit secara total"
selain buat pengobatan propolis juga bagus untuk dikonsumsi secara rutin untuk menjaga kesehatan anda.
Kelebihan propolis dibandingkan obat biasa :
  1. 100% aman dikonsumsi tanpa menimbulkan efek samping.
  2. dapat digunakan oleh semua umur baik tua maupun anak-anak
  3. menyembuhkan penyakit secara total
  4. terbuat dari bahan yang alami
  5. dsb



KEUNGGULAN PROPOLIS DIAMOND
PROPOLIS DIAMOND adalah PROPOLIS TERBAIK. Dari hasil uji laboratorium terhadap jenis propolis dari daerah yang berbeda menunjukkan bahwa PROPOLIS DIAMOND (berasal dari New Zealand dengan ekstrak 20%) mempunyai kandungan total Flavanoids 2,42 % b/v dan asam fenolat 2,55% b/v. Lebih tinggi dibanding Propolis dari daerah lain.
Tabel perbandingan kualitas propolis dari tiga daerah yang memiliki iklim berbeda

Unsur yang diuji
Propolis inggris
50 % raw
Propolis Australia
15 % ekstrak
Propolis New Zealand
15% ekstrak
Propolis New Zealand
20% ekstrak
Total Flavanoids2,5 % b/v1,05 % b/v1,89 % b/v2,42 % b/v
Total Asam fenolat1,53 % b/v0,74 % b/v2,03 % b/v2,55 % b/v
Selain itu, dari pengalaman yang ada, Alasan kebanyakan keluarga memerlukan dan menggunakan Propolis Diamond adalah:
1. Terbuat Dari resin Lebah
2. Praktis & mudah di gunakan
3. Aman untuk segala usia
4. Anti virus bakteri dan jamur
5. Apotek Keluarga 24 jam
6. Alami bebas bahan kimia
7. Mengobati berbagai penyakit
8. Sehat tidak harus mahal

Daerah Asal PROPOLIS DIAMOND
Berdasarkan hasil penelusuran terhadap literatur ilmiah dan uji laboratorium terhadap berbagai jenis propolis, maka PT Lebah Permata Khatulistiwa memutuskan bahwa Propolis yang berasal dari selandia baru memiliki kualitas dan kuantitas yang tinggi. Sementara itu untuk menjamin adanya efek penyembuhan dari propolis yang diambil dari selandia baru ini, maka dipilihlah propolis dalam bentuk cair dengan ekstrak 20 %. Dan propolis pilihan PT Lebah Permata Khatulistiwa tersebut dipasarkan dengan merek dagang Propolis Diamond
Keamanan dan Ke-Halal-an PROPOLIS DIAMOND
Produk kesehatan yang dipasarkan di wilayah hukum indonesia harus mendapatkan izin dari badan POM sebagai lembaga pengawas makanan dan obat di indonesia. Dan untuk mendapatkan izin tersebut produk propolis diamond harus diuji terlebih dahulu dilaboratorium yang ditunjuk badan POM. Adapun hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa Propolis Diamond aman untuk dikonsumsi.
Disisi lain kehalalan produk Propolis Diamond juga penting untuk disampaikan kepada khalayak pengguna hal ini bertujuan agar pengguna merasa aman dan terhindar dari hal-hal yang diharamkan. Oleh karena itu telah dilakukan uji kandungan bahan haram pada propolis diamond di laboratorium terpadu Institut Pertanian Bogor pada bulan April 2006 yang hasilnya sangat menggembirakan bahwa Propolis Diamond dinyatakan tidak terdeteksi mengandung bahan yang diharamkan.
Manfaat PROPOLIS DIAMOND
Setiap penyakit yang muncul sesungguhnya merupakan akumulasi dari sel-sel yang rusak, saat sel yang rusak ini masih sedikit gejala sakit masih belum terlihat, tetapi apabila sel yang rusak ini bertambah banyak maka akan menyebabkan jaringan dan organ tubuh menjadi rusak dan membuat kita menunjukkan gejala sakit.
PROPOLIS DIAMOND® Membantu proses peremajaan (regenerasi) sel, juga dapat mempertahankan dan menjaga stamina tubuh, meningkatkan sistem imunitas, termasuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit sbb:
Sakit kepala, migrain, rambut rontok, insomnia, stress akibat tekanan kerja, rambut beruban, ketombe, mata merah, infeksi mata, infeksi hidung, sakit kerongkongan dan tenggorokan, infeksi telinga, gusi berdarah, sakit gigi, tumor otak, stroke, gangguan syaraf dan gagap, sinusitis, katarak, telinga bernanah, epilepsi, dan sebagainya.
Kesuburan, keracunan, batu ginjal, ketergantungan narkoba dan rokok, kena bisa hewan berbisa, rabies, kencing manis, kencing tidak lancar, Ketegangan bahu, kegemukkan, rematik, pegal linu, lemah, letih dan lesu, asam urat, TBC, sakit paru-paru, asma, sesak nafas, tuberkulosis (batuk kering), batuk berdahak, demam, masalah jantung, hati, sistem percernaan, masalah hati dan limpa, kolon, perut, ulser, wasir, fibroid, sembelit, Sindrom Pra-haid (PMS), sakit punggung, flu , kejang, saraf, tekanan darah tinggi/rendah, diabetes, kanker, sendi, kolesterol, menambah nafsu makan, lupus, dan sebagainya.
keriput, masalah kulit, luka kering/mengelupas, bintik-bintik, cacar air, kutu air, bisul, jerawat hitam, eksim, panu, kadas, kurap, luka bedah, luka bakar, herpes, dan sebagainya.

PROPOLIS DIAMOND® adalah Minuman Kesehatan Alami yang bersifat OBAT, di bawah ini adalah aturan umum sebelum minum Propolis Diamond
Untuk diminum
  1. Gunakan air bersuhu kamar/air hangat untuk melarutkan Propolis Diamond.
  2. Hindari pengunaan Wadah / alat yang terbuat dari logam.
  3. Teteskan Propolis Diamond sesuai keperluan dan kemudian diaduk secara sempurna.
  4. Boleh dicampur dengan berbagai jenis minuman/juice. Dapat dikombinasikan dengan obat-obatan dokter 1 jam sebelum atau setelahnya.
Untuk di luar tubuh
Oleskan Propolis Diamond secukupnya pada bagian yang akan diobati
Untuk diteteskan ke mata
Encerkan 1 tetes Propolis Diamond dengan 1-2 ml air, kemudian diteteskan di mata.
Efek Samping PROPOLIS DIAMOND
Dr Leonard Mc Kewan menuliskan bahwa selama 2500 tahun penggunaan propolis oleh berbagai masyarkat dari berbagai kebudayaan tidak tercatat adanya efek negatif yang serius dari propolis. Bahkan dokter-dokter di rusia biasa memberikan 9 gram propolis setiap harinya kepada pasien tanpa mengalami kendala. Adapun efek ringan yang sering dirasakan oleh pasien adalah mulut dan tenggorokan terasa kering setelah mengkonsumsi propolis dan kulit yang terasa hangat setelah dioleskan propolis.
Alergi Terhadap PROPOLIS DIAMOND
Pada sebagian orang mungkin muncul alergi terhadap propolis, tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit daripada jumlah orang yang alergi terhadap madu. Untuk mengetahui apakah seseorang alergi terhadap propolis maka dapat dilakukan tes alergi. Langkah-langkah tes alergi adalah sebagai berikut:
  1. Tes alergi pada kulit; dimulai dengan mengoleskan cairan propolis pada bagian kulit sensitif pasien (pada wajah atau lengan bagian bawah) kemudian ditunggu sekitar 30 menit. Apabila pada bagian kulit yang dioleskan terasa gatal dan memerah berarti pasien tersebut alergi terhadap propolis dan disarankan kulit yang diolesi propolis segera dicuci bersih dangan sabun dan dibilas menggunakan air hangat. Adapun pasien tersebut tetap dapat menggunakan propolis hanya untuk diminum dengan dosis 1 tetes dua hari sekali. Jika tidak terdapat rasa gatal dan merah pada bagian kulit yang dioleskan maka lakukan tes alergi kedua.
  2. Tes alergi pada mulut dan kerongkongan: campurkan 2-3 tetes propolis pada sedikit air putih kemudian dikumur-kumur dimulut dan diminum, tunggu selama 15 menit. Apabila mulut dan kerongkongan terasa gatal berarti pasien alergi terhadap propolis disarankan pasien minum air hangat banyak-banyak minimal 500 ml. Adapun pasien tersebut tetap dapat menggunakan propolis hanya untuk diminum dengan dosis 1 tetes dua hari sekali. Tetapi jika pasien tidak merasakan gatal pada mulut dan kerongkongan berarti pasien tersebut aman dan bisa langsung diobati dengan propolis.

DOSIS & PENGGUNAAN :
Pengobatan
Dosis minimal yang efektif : 15 tetes sehari dan dibagi menjadi tiga kali minum dan pengobatan dilakukan selama 20–30 hari

Sangat baik dilakukan saat perut dalam keadaan kosong

Kasus membahayakan seperti tetanus dan demam berdarah : 60 tetes dalam sehari dan diberikan selama 1 minggu

Menjaga kesehatan : 3 tetes 2 kali sehari

Untuk di Minum : Gunakan 1/4 gelas air bersuhu kamar (air hangat) untuk melarutkan Propolis Gold Teteskan Propolis Gold 3 tetes (minum 2x sehari, pagi dan malam) Hindari pengunaan Wadah / alat yang terbuat dari logam Jika tidak ada perubahan naikan jumlah tetes sampai merasakan perubahan / tindak balas/reaksi balik Pertahankan tetes tersebut jika mengalami perubahan. Tetes langsung di bawah lidah, jika terjadi reaksi balik Boleh dicampur dengan berbagai jenis minuman / juice (kecuali yang beralkohol) Dapat dikombinasikan dengan obat-obatan dokter 1 jam sebelum atau setelahnya Untuk Balita (1 th - 2 th ) 1 tetes 2 x sehari (2 th - 5 th ) 1 - 3 tetes 2 x sehari

Untuk di luar tubuh : Oleskan Propolis secukupnya pada bagian yang akan diobati (Luka Bakar / ter-iris, Panu, Kadas, dll)

Untuk diteteskan ke mata : Encerkan 1 tetes Propolis dengan 1-2 ml air, kemudian diteteskan di mata


CIRI-CIRI PROPOLIS DIAMOND BEKERJA EFEKTIF
Propolis mampu mengeluarkan berbagai racun yang sudah lama mengendap di dalam tubuh dengan cepat. saat proses pengeluaran racun berlangsung akan terjadi sedikit “gangguan” dan kondisi tersebut dinamakan sebagai ” tanggapan baik”. Atau tindak balas.
Tindak Balas muncul hanya sementara waktu dalam rangka proses penyembuhan penyakit. Oleh karena itu tidak perlu khawatir jika muncul tindak balas setelah mengkonsumsi Propolis. Tindak Balas yang terjadi pada seseorang akan berbeda dengan tindak balas yang terjadi pada orang lain. Sebagian orang merasakan dengan cepat sejak awal mengkonsumsi Propolis dan sebagian orang lagi tidak merasakan apapun, hal ini bergantung pada keadaan dan kondisi Tubuh pengguna propolis. Seseorang dengan kesehatan prima tidak akan ditemukan tindak balas apapun.
Berikut ini beberapa gejala tindak balas yang mungkin terjadi setelah mengkonsumsi propolis dan kaitannya dengan penyakit yang diderita atau permasalahan kesehatan yang dialami:
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bersin, gatal pada hidungmenunjukanPermasalahan pada hidung, polip atau sinusitis
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Wajah terasa panas, tekanan darah naik sesaat, demam, pusing menunjukanPermasalahan pada system sirkulasi darah, darah tingi
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit kaki terasa tebal dan dingin, sebagian badan terasa dingin, jantung berdebar menunjukan:Tekanan darah rendah, kurang darah
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Susah buang air besar, mencret, berak berlendir, berak berdarah menunjukanRadang pada usus besar, gangguan pada usus, hemoroid
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, sering buang air besar, muntah menunjukanObesitas, gangguan pada lambung
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak, gatalmenunjukanAlergi
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Muncul kotoran pada mata, gatal, keluar air mata menunjukanGangguan pada mata
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mimpi buruk, gelisah, susah tidur menunjukanGangguan pada system syaraf dan kepala
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Lelah, susah tidur, sakit pada sendi menunjukanGangguan pada persendian
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Haus, keringat berbau, kenaikan kadar gula sesaat.
    menunjukanGangguan pada pancreas, diabetes
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Demam, susah tidur, terdapat pembengkakan, ada pendarahan, tinja berwarna hitammenunjukanTumor, cancer
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Batuk, kedinginan, sakit kerongkongan, demam menunjukanPermasalahan pada paru-paru, asma
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Ngantuk, diare, gula darah naik, selera makan turun menunjukanPermasalahan Hati, limpa, pankreas
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Bengkak kaki, skt pinggang, susah buang air kecil menunjukanPermasalahan ginjal
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Keletihan, ngantukmenunjukanPermasalahan pada hati
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Mual, letih, keringat dinginmenunjukanPermasalahan pada perut
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Rasa sakit pada punggung, sakit didada menunjukanPermasalahan pada jantung
  • Tindak Balas Setelah konsumsi Propolis : Kulit mengeras, muncul jerawat menunjukanPermasalahan pada kulit.

Pada sebagian pengguna propolis gejala tindak balas ini bisa memudarkan keyakinan bahwa propolis mampu membantu mengatasi penyakit yang sedang diderita. Bahkan ada sebagian pengguna lainnya menganggap propolis membahayakan bagi dirinya. Anggapan ini tentu sangat keliru dan dapat menimbulkan kesalahpahaman kepada propolis itu sendiri maupun kepada orang yang memasarkan atau menawarkan propolis Dan tentu akan sangat fatal apabila kesalahpahaman terjadi pada kebenaran Al-qur’an yang merekomendasikan produk-produk lebah termasuk propolis didalamnya. Berdasarkan penelusuran secara ilmiah terhadap tindak balas yang muncul pada pasien pengguna propolis, ditemukan sebuah proses penyembuhan yang sangat menakjubkan. Dan penelaahan yang mendalam terhadap ayat Al-Qur’an surat An-Nahl dan bukti-bukti ilmiah yang ada dapat ditemukan bahan-bahan yang menjadi penawar dari tindak balas yang terjadi tersebut. Sebelum membahas bahan-bahan yang dapat menjadi penawar tindak balas dari penggunaan propolis maka sangat penting untuk mengetahui sistem kerja propolis dan bagian tubuh yang terkait dengan sistem kerja propolis ini
MEKANISME KERJA PROPOLIS DI DALAM TUBUH
Saat pengguna mengkonsumsi propolis, maka propolis akan memasuki sistem pencernaan, dari sistem pencernaan unsur-unsur aktif propolis diserap oleh usus halus untuk kemudian disebarkan keseluruh tubuh. Adapun pembawa unsur-unsur propolis ke seluruh tubuh adalah sel darah merah. Ketika unsur dari propolis ini bertemu dengan sel yang rusak maupun bibit penyakit, atau unsur racun lainnya maka propolis akan “membongkar”, ”menangkap” dan ”melumpuhkan” bibit penyakit, maupun zat yang berbahaya bagi tubuh, kemudian bibit penyakit tersebut dibawa beredar di tubuh hingga sampai di sistem pengeluaran baik berupa pengeluaran keringat, air seni, maupun buang air besar. Sementara itu sebelum memasuki system pengeluaran zat-zat yang ditangkap dan dilumpuhkan propolis tetapi masih memiliki sifat racun bagi tubuh akan dinetralisir di dalam hati, setelah itu baru dikeluarkan. Ketika unsur-unsur berbahaya yang berhasil ditangkap dan dilumpuhkan propolis dan memiliki sifat racun beredar di dalam tubuh ini maka akan muncul gejala tindak balas. Adanya tindak balas ini sesungguhnya menggambarkan perjalanan unsur-unsur racun yang dilumpuhkan propolis didalam tubuh, sekaligus gejala tindak balas ini memberitahu tentang tindakan apasaja yang seharusnya diambil. Dari sisi ini tindak balas merupakan sebuah proses yang menakjubkan dari pencipta propolis sehingga sipengguna mengetahui setiap tahap menuju kesembuhan dari dirinya, hebat bukan?.
Kita tidak bisa sama sekali menghilangkan efek dari tindak balas penggunaan propolis, ketika tubuh kita sakit tetapi kita bisa mengurangi efek tindak balas tersebut, sampai bada batas minimal, atau pada batas tubuh mampu menanggungnya. Adapun langkah-langkah menuju minimalisasi efek tindak balas dari propolis dapat dilakukan dengan mengkonsumsi produk yang dapat meningkatkan kinerja organ atau sistem tubuh yang terkait dengan penetralan racun atau unsur berbahaya yang diangkut oleh propolis. 
ORGAN ATAU SISTEM TUBUH YANG TERLIBAT PENETRALAN RACUN
1. Sistem pencernaan terutama usus halus.
Didalam usus ini unsur-unsur yang ada dalam propolis akan diserap, kebersihan dan kesehatan usus ini menjadi penentu kualitas dan kuantitas penyerapan zat-zat propolis. Pada usus yang terdapat banyak endapan (kerak) maka penyerapan propolis tidak akan optimal. Oleh karena itu seseorang disarankan untuk melakukan pembersihan usus sebelum minum propolis. Pada prakteknya proses pembersihan usus dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. berpuasa, akatiiftas berpuasa sangat membantu penyerapan unsur-unsur propolis oleh usus, selain itu berpuasa juga dapat meningkatkan daya ikat sel darah merah terhadap unsur-unsur propolis. Lebih dari itu berpuasa adalah berpahala dan nilai ini yang tidak didapat ketika kita melakukan pembersihan usus dengan cara lain.
  2. mengkonsumsi produk yang dapat membersihkan usus, produk tersebut antara lain juice atau extrak lidah buaya, dan sebagainya.
  3. mengkonsumsi propolis saat perut kosong, dan ini cara minimal untuk meningkatkan penyerapan unsur-unsur yang terdapat dalam propolis oleh usus.
2. Sumsum tulang
Sumsum tulang adalah tempat dimana sel-sel darah merah diproduksi, apabila sumsum tulang belakang dalam keadaan sehat dan baik maka akan diproduksi sel darah merah yang cukup dan sehat dari sisi bentuk dan daya ikatnya. Adapun sel darah merah yang baik dan cukup diibaratkan kendaraan yang digunakan untuk mengangkut pasukan propolis untuk membongkar, mengalahkan dan mengangkut zat berbahaya dalam tubuh. Dengan demikian ketersediaan sel darah merah yang cukup dan baik sangat membantu kinerja propolis dalam tubuh. Dan untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sel darah merah ini kita perlu menggunakan produk yang dapat menyehatkan pabrik sel darah merah, yaitu sumsum tulang. Dan produk yang aman dan mampu untuk kearah itu diantaranya adalah buah kurma.
3. Sendi-sendi tulang
Pada sendi-sendi tulang ini keluar pembuluh darah dari sumsum tulang, sel darah merah yang telah diproduksi di sumsum tulang akan disalurkan ke seluruh pembuluh darah di sekujur tubuh melewati senti-sendi tulang. Pada sebagian orang karena faktor usia sendi tulang ini tidak berfungsi dengan sempurna. Padahal untuk menigkatkan kinerja propolis diperlukan kineja sendi yang baik. Dan untuk meningkatkan kerja sendi-sendi tulang ini seorang pengguna propolis dapat mengkonsumsi produk yang dapat meningkatkan kerja sendi diantaranya extrak biji anggur, dan minyak zaitun
4. Cairan darah
Untuk melancarkan perjalanan sel darah merah ketika mengangkut propolis maupun unsur berbahaya yang ditaklukan oleh propolis maka diperlukan jalan yang lancar, jalan yang lancar ini adalah kondisi cairan darah yang encer, sehingga unsur berbahaya yang berhasil dilumpuhkan propolis ini dapat segera dibuang dari tubuh. Adapun cara yang paling efektif untuk mengencerkan darah ini adalah dengan banyak minum air dan sangat baik jika ditambah konsumsi minyak Habbatusauda
5. Hati (liver)
Dalam pembersihan racun, hati memegang peran utama, meningkatkan kinerja hati menjadi sangat penting ketika seseorang sedang mengkonsumsi propolis untuk pengobatan. Adapun unsur utama yang diproduksi hati dalam menetralkan racun adalah Glutation peroxidase dimana zat ini tidak bisa diproduksi diluar tubuh manusia tetapi dapat dirangsang dengan jalan seseorang mengkonsumsi susu segar, bagi bayi dengan mengkonsumsi ASI, atau dengan mengkonsumsi jus alpukat. Sehingga sesorang yang sedang mengkonsumsi propolis disarankan untuk minum susu segar minimal dua kali sehari.
6. Do’a dan kepasrahan kepada Allah swt.
Posisi do’a dan kepasrahan kepada Alloh swt. sangat vital dan tidak bisa tergantikan, selain secara pasti bahwa kesembuhan berasal dari pencipta manusia. Orang yang berdoa secara sungguh-sungguh dan mengembalikan seluruh permasalahan penyakit kepada Alloh swt, ditinjau secara dari sisi medis maka yang bersangkutan telah mengaktifkan seluruh sistem tubuhnya untuk berada pada kondisi yang optimal untuk bekerja menuju kesembuhan dirinya.

 Demikianlah beberapa langkah untuk meningkatkan kinerja propolis dan meminimalkan efek tindak balas yang muncul, selamat mencoba.

Kamis, 07 Juli 2011

PEMBELAJARAN BAHASA ARAB 1

BAB NAHWU DAN SHOROF
Diposting Oleh  : Abu Maulana Astri(Sarsidi MD )
diagram nahwu shorof
Nahwu adalah ilmu untuk mengetahui perubahan akhir akhir dari suatu kata.
Contoh:
جَاءَ رَجُلٌ ـ رَأَيْتُ رَجُلاً ـ مَرَرْتُ بِرَجُلٍ
Shorof adalah ilmu tentang perubahan suatu kata.Sharaf dinamakan juga ibunya kata.Sebab dari satu kata dapat dilahirkan atau dibentuk berbagai jenis kata yang lain.
Contoh:
نَصَرَ ـ نَاصِرٌ ـ مَنْصُوْرٌ

 BAB  Al-Kalimah
Al-Kalimah (kata) adalah lafaz yang mempunyai makna.
Diagram Kalimah
A. Isim
Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut  tidak terikatdengan waktu.Dalam bahasa Indonesia disebut kata benda.Dalam Bahasa Inggris disebut "nouns" dan dalam Bahasa Jawa "Tembung Aran"
Contoh:
كِتَابٌ ـ بَيْتٌ ـ دِيْنٌ ـ بَابٌ ـ أسْتَاذٌ ـ شَجَرَةٌ
B. Fi’il
Kata yang menunjukkan atas suatu makna, dimana kata tersebut terikat dengan waktu.Dalam Bahasa Indonesia fi'il adalah kata kerja,dan dalam bahasa Inggris "verb",sedangkan dalam bahasa Jawa "tembung kriya"
Contoh:
نَصَرَ ـ كَتَبَ ـ ضَرَبَ ـ جَلَسَ ـ قَتَلَ ـ أَكَلَ
C. Huruf
Kata yang tidak mempunyai makna yang sempurna kecuali setelah bersambung dengan kata yang lain.
Huruf yang dikategorikan sebagai al-kalimah adalah huruf-huruf ma’any.

Contoh
1. مِنْ (Dari)
خَرَجْتُ مِنَ الْمَنْزِل (Aku keluar dari rumah)
هَذِهِ الصَّدَقَةُ مِنَ الْمُحْسِنِيْنَ (Shadaqah ini dari orang-orang yang berbuat baik)
2. إِلَى (Ke)
سَأَذْهَبُ إِلَى الْمَسْجِد (Aku akan pergi ke masjid)
3. عَنْ (Dari)
هَذَا الْحَدِيْثُ رُوِيَ عَنْ عَائِشَةَ (Hadits ini diriwayatkan dari Aisyah)
4. عَلَى (Di atas)
اَلْكِتَاُب عَلَى الْمَكْتَب (Buku itu berada di atas meja)
5. فِي (Di dalam)
نَحْنُ نَطْلُبُ الْعِلْمَ فِي الْمَسْجِد (Kami menuntut ilmu di dalam masjid)
6. رُبَّ (Betapa banyak / sedikit)
رُبَّ عَمَلٍ صَالِحٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ (Betapa banyak amalan yang kecil menjadi besar nilainya disebabkan oleh niat)
7. اَلْبَاءُ – بِ (Dengan)
كَتَبْتُ الدَّرْسَ بِالْقَلَم (Aku menulis pelajaran dengan pena)
8. اَلْكَافُ – كَ (Seperti)
عُمَرُ كَالأَسَدَ (Umar seperti singa)
9. اَللاَّمُ – لِ (Milik)
هَذَا الْكِتَابُ لِمُحَمَّدٍ (Kitab ini miliknya Muhammad)
10. حَتَّى (Sampai)
أَكَلْتُ السَّمَكَ حَتَّى رَأْسِه (Aku makan ikan sampai kepalanya)
11.  وَاوُ الْقَسَمِ (وَ)
وَاللهِ أَنَا مُسْلِمٌ (Demi Allah aku adalah seorang muslim)
12. تَاءُ الْقَسَمِ (تَ)
تَاللهِ أَنَا مُسْلِمٌ (Demi Allah aku adalah seorang muslim)
13, 14. مُنْذُ dan مُذْ (Sejak)
مَا رَأَيْتُهُ مُنْذُ الأُسْبُوْعِ الْمَاضِيَة (Aku tidak melihatnya semenjak seminggu yang lalu)
15, 16, 17. عَدَ ,خَلاَ dan حَاشَا (Selain / kecuali)
رَجَعَ الطُّلاَّبُ خَلاَ مُحَمَّدٍ (Para mahasiswa telah pulang kecuali Muhammad)
 bersambung   berikutnya....

Rabu, 06 Juli 2011

KEUTAMAAN MENGHIDUPKAN SUNNAH RASUL

 Diposting Oleh  : Abu Maulana Astri, S.Pd.( Sarsidi MD)

Dari ‘Amr bin ‘Auf bin Zaid al-Muzani radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحْيَا سُنَّةً مِنْ سُنَّتِى فَعَمِلَ بِهَا النَّاسُ كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا لاَ يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا
Barangsiapa yang menghidupkan satu sunnah dari sunnah-sunnahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun“.
Hadits yang agung ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, terlebih lagi sunnah yang telah ditinggalkan kebanyakan orang. Oleh karena itu, Imam Ibnu Majah mencantumkan hadits ini dalam kitab “Sunan Ibnu Majah” pada Bab: “(Keutamaan) orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia)”.
Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari berkata, “Orang muslim yang paling utama adalah orang yang menghidupkan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah ditinggalkan (manusia), maka bersabarlah wahai para pencinta sunnah (Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam), karena sesungguhnya kalian adalah orang yang paling sedikit jumlahnya (di kalangan manusia)”.
Faidah-faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
- Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik ucapan, perbuatan maupun penetapan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang ditujukan sebagai syariat bagi umat Islam.
- Arti “menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” adalah memahami petunjuk Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, mengamalkan dan menyebarkannya di kalangan manusia, serta menganjurkan orang lain untuk mengikutinya dan melarang dari menyelisihinya.
- Orang yang menghidupkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam akan mendapatkan dua keutamaan (pahala) sekaligus, yaitu [1] keutamaan mengamalkan sunnah itu sendiri dan [2] keutamaan menghidupkannya di tengah-tengah manusia yang telah melupakannya.
Syaikh Muhammad bih Shaleh al-’Utsaimin -rahimahullah- berkata, “Sesungguhnya sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika semakin dilupakan, maka (keutamaan) mengamalkannya pun semakin kuat (besar), karena (orang yang mengamalkannya) akan mendapatkan keutamaan mengamalkan (sunnah itu sendiri) dan (keutamaan) menyebarkan (menghidupkan) sunnah di kalangan manusia”.
- Allah Ta’ala memuji semua perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menamakannya sebagai “teladan yang baik“, dalam firman-Nya,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).
Ini menunjukkan bahwa orang yang meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah menempuh ash-shirathal mustaqim (jalan yang lurus) yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah Ta’ala.
- Ayat ini juga mengisyaratkan satu faidah yang penting untuk direnungkan, yaitu keterikatan antara meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan kesempurnaan iman kepada Allah dan hari akhir, yang ini berarti bahwa semangat dan kesungguhan seorang muslim untuk meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan pertanda kesempurnaan imannya.
Syaikh Abdurrahman as-Sa’di ketika menjelaskan makna ayat di atas, beliau berkata, “Teladan yang baik (pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) ini, yang akan mendapatkan taufik (dari Allah Ta’ala) untuk mengikutinya hanyalah orang-orang yang mengharapkan (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan) di hari akhir. Karena (kesempurnaan) iman, ketakutan pada Allah, serta pengharapan balasan kebaikan dan ketakutan akan siksaan Allah, inilah yang memotivasi seseorang untuk meneladani (sunnah) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam“.


KITAB RUJUKAN

  1.  HR Ibnu Majah (no. 209), pada sanadnya ada kelemahan, akan tetapi hadits ini dikuatkan dengan riwayat-riwayat lain yang semakna, oleh karena itu syaikh al-Albani menshahihkannya dalam kitab “Shahih Ibnu Majah” (no. 173).
  2.  Kitab “Sunan Ibnu Majah” (1/75).
  3. Dinukil oleh imam al-Khatib al-Baghdadi dalam kitab “al-Jaami’ li akhlaaqir raawi” (1/168).
  4.  Lihat kitab “Taujiihun nazhar ila ushuulil atsar” (1/40)
  5.  Lihat muqaddimah kitab “al-Haditsu hujjatun binafsihi fil ‘aqa-idi wal ahkaam” (hal. 13).
  6. Lihat kitab “Faidhul Qadiir” (2/9) dan “Syarhu sunan Ibni Majah” (hal. 19). 
  7. Kitab “Manaasikul hajji wal ‘umrah” (hal. 92).
  8.  Lihat keterangan syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsir beliau (hal. 481). 
  9. Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 481).

MENJADI TAULADAN YANG BAIK DALAM KELUARGA

 Diposting Oleh : Abu Maulana Astri,S.Pd.(Sarsidi MD )

Salah satu watak bawaan manusia sejak diciptakan Allah Ta’ala adalah kecenderungan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya, baik dalam kebaikan maupun keburukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“الأرواح جنود مجندة، فما تعارف منها ائتلف وما تناكر اختلف”
Ruh-ruh manusia adalah kelompok yang selalu bersama, maka yang saling bersesuaian di antara mereka akan saling dekat, dan yang tidak bersesuaian akan saling berselisih
Oleh karena itulah, metode pendidikan dengan menampilkan contoh figur untuk diteladani adalah termasuk salah satu metode pendidikan yang sangat efektif dan bermanfaat.
Dalam banyak ayat al-Qur’an, Allah Ta’ala menceritakan kisah-kisah keteladanan para Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjadi panutan bagi orang-orang yang beriman dalam meneguhkan keimanan mereka. Allah Ta’ala berfirman,
{وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ}
Dan semua kisah para rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman” (QS Huud:120).
Ketika menjelaskan makna ayat ini, syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata, “Yaitu: supaya hatimu tenang dan teguh (dalam keimanan), dan (supaya kamu) bersabar seperti sabarnya para Rasul ‘alaihimush sholaatu wa salaam, karena jiwa manusia (cenderung) senang meniru dan mengikuti (orang lain), dan (ini menjadikannya lebih) bersemangat dalam beramal shaleh, serta berlomba dalam mengerjakan kebaikan….

Fenomena Pemilihan Idola dalam Masyarakat

Jika kita memperhatikan kondisi mayoritas kaum muslimin, kita akan mendapati suatu kenyataan yang sangat memprihatikan, karena kebanyakan mereka justru mengagumi dan mengidolai orang-orang yang tingkah laku dan gaya hidup mereka sangat bertentangan dengan ajaran Islam, seperti para penyanyi, bintang film, pelawak dan bintang olah raga. Bahkan mereka lebih mengenal nama-nama idola mereka tersebut dari pada nama-nama para Nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam dan orang-orang yang bertakwa kepada Allah Ta’ala.
Kenyataan ini tentu saja sangat buruk dan berakibat fatal, karena setiap pengidola, tentu akan membeo segala tingkah laku dan gaya hidup idolanya, tanpa menimbang lagi apakah hal itu bertentangan dengan nilai-nilai agama atau tidak, karena toh memang mereka mengidolakannya bukan karena agama, tapi karena pertimbangan dunia dan hawa nafsu semata-mata.
Lebih fatal lagi, jika pengidolaan ini berakibat mereka mengikuti sang idola meskipun dalam hal-hal yang merusak keimanan dan akidah Islam, dan lambat laun sampai pada tahapan mengikuti keyakinan kafir dan akidah sesat yang dianut sang idola tersebut. Karena merupakan watak bawaan dalam jiwa manusia, bahwa kesamaan dalam hal-hal yang lahir antara seorang manusia dengan manusia lainnya, lambat laun akan mewariskan kesamaan dalam batin antara keduanya, disadari atau tidak. Ini berarti jika seorang muslim suka meniru tingkah laku dan gaya hidup orang kafir, maka lambat laun hatinya akan menerima dan mengikuti keyakinan rusak orang kafir tersebut.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan dengan keras bahaya perbuatan ini dalam sabda beliau: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia termasuk golongan mereka
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah – semoga Allah Ta’ala merahmatinya – berkata, “Sesungguhnya kesamaan dalam (penampilan) lahir (antara dua orang manusia) akan mewariskan kasih sayang, cinta dan loyalitas (antara keduanya) dalam batin/hati, sebagaimana kecintaan dalam hati akan mewariskan kesamaan dalam (penampilan) lahir.
Hal ini dapat dirasakan dan dibuktikan dengan percobaan. Sampai-sampai (misalnya ada) dua orang yang berasal dari satu negeri, kemudian mereka bertemu di negeri asing, maka (akan terjalin) di antara mereka berdua kasih sayang dan cinta yang sangat mendalam, meskipun di negeri asal mereka keduanya tidak saling mengenal atau (bahkan saling memusuhi.

Memilih Teladan dan Idola yang Baik bagi Keluarga
Sebagai seorang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tentu kita wajib memilih idola yang baik bagi keluarga kita, yang akan memberi manfaat bagi pembinaan rohani mereka.
Dalam hal ini, idola terbaik bagi seorang muslim adalah Nabi mereka, nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang diutus oleh Allah Ta’ala untuk menyempurnakan akhlak yang mulia, sebagaimana sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam, Aku diutus (oleh Allah) untuk menyempurnakan akhlak yang mulia
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling kuat dan sempurna dalam menjalankan petunjuk Allah Ta’ala, mengamalkan isi al-Qur’an, menegakkan hukum-hukumnya dan menghiasi diri dengan adab-adabnya[6]. Oleh karena itulah Allah Ta’ala sendiri yang memuji keluhuran budi pekerti beliau dalam firman-Nya,
{وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ}
Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung” (QS al-Qalam:4).
Dan ketika Ummul mu’minin ‘Aisyah t ditanya tentang ahlak (tingkah laku) Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau menjawab, “Sungguh akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah al-Qur’an“.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sosok teladan dan idola yang sempurna bagi orang-orang yang beriman kepada Allah yang menginginkan kebaikan dan keutamaan dalam hidup mereka.
Allah Ta’ala berfirman,
{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا}
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (balasan kebaikan pada) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (QS al-Ahzaab:21).
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala sendiri yang menamakan semua perbuatan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai “teladan yang baik“, yang ini menunjukkan bahwa orang yang meneladani sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berarti dia telah menempuh ash-shirathal mustaqim (jalan yang lurus) yang akan membawanya mendapatkan kemuliaan dan rahmat Allah Y
Kemudian setelah itu, idola yang utama bagi seorang mukmin adalah orang-orang yang teguh dalam menegakkan tauhid dan keimanan mereka, sehingga Allah Ta’ala sendiri yang memuji perbuatan mereka sebagai “suri teladan yang baik” dalam firman-Nya,
{قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ}
Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada diri (nabi) Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya (yang mengikuti petunjuknya); ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah semata” (QS al-Mumtahanah:4).
Ketika mengomentari ayat ini, syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata, “Sesungguhnya keimanan dan pengharapan balasan pahala (dalam diri seorang muslim) akan memudahkan dan meringankan semua yang sulit baginya, serta mendorongnya untuk senantiasa meneladani hamba-hamba Allah yang shaleh, (utamanya) para Nabi dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena dia memandang dirinya sangat membutuhkan semua itu” .
Demikian pula para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah teladan shaleh yang utama bagi orang yang beriman, karena Allah memuji mereka dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya firman-Nya,
{مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنْجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآَزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا}
Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia (para sahabat y) adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi penyayang di antara sesama mereka, kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda meraka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar” (QS al-Fath:29).
Dalam hal ini, Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Barangsiapa di antara kamu yang ingin mengambil teladan, maka hendaknya dia berteladan dengan para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, karena mereka adalah orang-orang yang paling baik hatinya di umat ini, paling dalam pemahaman (agamanya), paling jauh dari sikap berlebih-lebihan, paling lurus petunjuknya, dan paling baik keadaannya, mereka adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi sahabat nabi-Nya, maka kenalilah keutaman mereka dan ikutilah jejak-jejak mereka, karena sesungguhnya mereka berada di atas petunjuk yang lurus

Menjadikan Diri sebagai Teladan dalam keluarga

Termasuk teladan yang utama bagi kelurga kita adalah diri kita sendiri, karena tentu saja kita adalah orang yang paling dekat dengan mereka dan paling mudah mempengaruhi akhlak dan tingkah laku mereka. Maka menampilkan teladan yang baik dalam sikap dan tingkah laku di depan anggota keluarga adalah termasuk metode pendidikan yang paling baik dan utama. Bahkan para ulama menjelaskan bahwa pengaruh yang ditimbulkan dari perbuatan dan tingkah laku yang langsung terlihat terkadang lebih besar dari pada pengaruh ucapan.
Hal ini disebabkan jiwa manusia itu lebih mudah mengambil teladan dari contoh yang terlihat di hadapannya, dan menjadikannya lebih semangat dalam beramal serta bersegera dalam kebaikan
Dalam hal ini, imam Ibnul Jauzi membawakan sebuah ucapan seorang ulama salaf yang terkenal, Ibarahim al-Harbi. Dari Muqatil bin Muhammad al-’Ataki, beliau berkata, Aku pernah hadir bersama ayah dan saudaraku menemui Abu Ishak Ibrahim al-Harbi, maka beliau bertanya kepada ayahku: “Mereka ini anak-anakmu?”. Ayahku menjawab: “Iya”. (Maka) beliau berkata (kepada ayahku): “Hati-hatilah! Jangan sampai mereka melihatmu melanggar larangan Allah, sehingga (wibawamu) jatuh di mata mereka“.
Syaikh Bakr Abu Zaid, ketika menjelaskan pengaruh tingkah laku buruk seorang ibu dalam membentuk kepribadian buruk anaknya, beliau berkata, “Jika seorang ibu tidak memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), tidak menjaga kehormatan dirinya, sering keluar rumah (tanpa ada alasan yang dibenarkan agama), suka berdandan dengan menampakkan (kecantikannya di luar rumah), senang bergaul dengan kaum lelaki yang bukan mahramnya, dan lain sebagainya, maka ini (secara tidak langsung) merupakan pendidikan (yang berupa) praktek (nyata) bagi anaknya, untuk (mengarahkannya kepada) penyimpangan (akhlak) dan memalingkannya dari pendidikan baik yang membuahkan hasil yang terpuji, berupa (kesadaran untuk) memakai hijab (pakaian yang menutup aurat), menjaga kehormatan dan kesucian diri, serta (memiliki) rasa malu, inilah yang dinamakan dengan ‘pengajaran pada fitrah (manusia)’ “.

Pengaruh Positif Teladan yang Baik bagi Keluarga

Di antara pengaruh positif teladan yang baik adalah hikmah yang Allah Ta’ala sebutkan dalam ayat tersebut di atas:
{وَكُلا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ}
Dan semua kisah para rasul Kami ceritakan kepadamu, ialah kisah-kisah yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman” (QS Huud:120).
Dalam ayat ini jelas sekali menunjukkan bahwa kisah-kisah dalam al-Qur’an tentang ketabahan dan kesabaran para Nabi ‘alaihimush shalaatu wa salaam dalam memperjuangkan dan mendakwahkan agama Allah sangat berpengaruh besar dalam meneguhkan hati dan keimanan orang-orang yang beriman di jalan Allah Ta’ala.
Ketika menafsirkan ayat ini, Imam Ibnu Katsir berkata, “Allah Ta’ala berfirman: semua yang kami ceritakan padama tentang kisah para rasul yang terdahulu bersama umat-umat mereka, ketika mereka berdialog dan beradu argumentasi (dengan umat-umat mereka), ketabahan para Nabi dalam (menghadapi) pengingkaran dan penyiksaan (dari musuh-musuh mereka), serta bagaimana Allah menolong golongan orang-orang yang beriman dan menghinakan musuh-musuh-Nya (yaitu) orang-orang kafir, semua ini adalah termasuk perkara yang (membantu) meneguhkan hatimu, wahai Muhammad, agar engkau bisa mengambil teladan dari saudara-saudaramu para Nabi yang terdahulu.
Imam Abu Hanifah pernah berkata: “Kisah-kisah (keteladanan) para ulama dan duduk di majelis mereka lebih aku sukai dari pada kebanyakan (masalah-masalah) fikh, karena kisah-kisah tersebut (berisi) adab dan tingkah laku mereka (untuk diteladani).
Demikian pula termasuk manfaat besar teladan yang baik bagi keluarga adalah menumbuh suburkan rasa kagum dan cinta dalam diri mereka kepada orang-orang bertakwa dan mulia di sisi Allah Ta’ala, yang ini merupakan sebab utama meraih kemuliaan yang agung di sisi Allah Ta’ala, yaitu dikumpulkan bersama orang-orang shaleh tersebut di surga kelak, karena seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya pada hari kiamat nanti.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Engkau bersama orang yang kamu cintai (di surga kelak)”. Sahabat yang mulia, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, yang meriwayatkan hadits ini dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, berkata: “Kami (para sahabat) tidak pernah merasakan suatu kegembiraan (setelah masuk Islam) seperti kegembiraan kami sewaktu mendengar sabda Rasulullah shallallahualaihi wa sallam: “Engkau bersama orang yang kamu cintai (di surga kelak)”, maka aku mencintai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr dan Umar radhiyallahu ‘anhuma, dan aku berharap akan (dikumpulkan oleh Allah Ta’ala) bersama mereka (di surga nanti) karena kecintaanku kepada mereka, meskipun aku belum mengerjakan amalan seperti amalan mereka.

Penutup
Demikianlah, semoga Allah Ta’ala senantiasa memudahkan kita untuk mengambil teladan dan petunjuk yang baik dari kisah-kisah para Nabi ‘alaihimush sholaatu wa salaam dalam al-Qur’an, serta memuliakan kita dengan dikumpulkan di surga kelak bersama para Nabi, para shidiq, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shaleh, Amin.
{وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا}
Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(-Nya), mereka itu akan (dikumpulkan) bersama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya” (QS an-Nisaa’:69).
وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وآله وصحبه أجمعين، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين



  1.  HSR al-Bukhari (no. 3158) dan Muslim (no. 2638). 
  2. Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 392). 
  3. HR Ahmad (2/50) dan Abu Dawud (no. 4031), dinyatakan hasan shahih oleh syaikh al-Albani. 
  4. Kitab “Iqtidha-ush shiraathal mustaqiim” (hal. 221). 
  5. HR Ahmad (2/381) dan al-Hakim (no. 4221), dishahihkan oleh al-Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi, serta dinyatakan hasan oleh syaikh al-Albani dalam “Silsilatul ahaadiitsish shahiihah” (no. 45). 
  6. Lihat keterangan imam an-Nawawi dalam kitab “Syarh shahih Muslim” (6/26). 
  7. HSR Muslim (no. 746). 
  8. Lihat keterangan syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsir beliau (hal. 481). 
  9. Kitab “Taisiirul Kariimir Rahmaan” (hal. 856). 
  10. Dinukil oleh imam Ibnu ‘Abdil Barr dengan sanadnya dalam kitab “Jaami’u bayaanil ‘ilmi wa fadhlihi” (no. 1118). 
  11. Lihat “al-Mu’in ‘ala tahshili adabil ‘ilmi” (hal. 50) dan “Ma’alim fi thariqi thalabil ‘ilmi” (hal. 124). 
  12. Lihat keterangan syaikh Abdurrahman as-Sa’di dalam tafsir beliau (hal. 271). 
  13. Beliau adalah Imam besar, penghafal hadits, Syaikhul Islam Ibrahim bin Ishak bin Ibrahim bin Basyir al-Baghdadi al-Harbi (wafat 285 H), biografi beliau dalam “Siyaru a’alamin nubala’” (13/356). 
  14. Kitab “Shifatush shafwah” (2/409). 
  15. Kitab “Hirasatul fadhiilah” (hal. 127-128). 
  16. Kitab “Tafsir Ibnu Katsir” (2/611). 
  17. Dinukil oleh imam Ibnu ‘Abdil Barr dengan sanadnya dalam kitab “Jaami’u bayaanil ‘ilmi wa fadhlihi” (no. 595). 
  18. HSR al-Bukhari (no. 3485) dan Muslim (no. 2639).