Senin, 15 April 2013

KARAKTER ISTERI SHALIHAH


Karakteristik Isteri Shalihah

Wanita Shalihah (isteri shalihah) merupakan sebaik-baik dan semulia-mulia gelar yang diberikan kepada wanita kekasih Allah. Titel atau gelar itu bukan sekadar nama dan kebanggaan, tetapi dia adalah buah dari satu perjuangan panjang dalam kehidupan seorang wanita. Masyarakat Muslim diingatkan, supaya waspada terhadap khadra’uddiman, yaitu wanita cantik yang tumbuh dewasa di tempat yang buruk.
BANYAK wanita mendambakan titel itu, tetapi sangat sedikit yang sampai kepada tujuan yang dirindukan. Sebab, perjalanan panjang yang harus ditempuh oleh seorang wanita meng-haruskannya melalui jalan yang terjal, berkelok, ber-batu, naik bukit dan turun gunung, penuh onak dan duri. Kenanglah sejenak perjalanan hidup para pemimpin wanita ahli sur-ga, yaitu sebaik-baik wa-nita sebagaimana sabda Rasulullah Saw berikut ini.
“Sebaik-baik wanita ialah Maryam binti Imran dan sebaik-baik wanita ialah Khadijah binti Khuwailid.” (HR. Bukhari Muslim).  Dari Abu Musa ra. berkata: Rasulullah Saw bersabda: “Lelaki yang sempurna ba-nyak, tetapi tidak demikian halnya bagi wanita kecuali Asiah istri Fir’aun dan Mar-yam binti Imran. Dan sesung-guhnya keutamaan Aisyah atas wanita lainnya seperti ke-utamaan tsarid (lauk yang berminyak) atas makanan lainnya.” (HR. Bukhari).  Nabi Saw bersabda: “Fati-mah adalah pemimpin wa-nita ahli surga”.(HR. Bukhari)
Kesemua wanita yang disebut di dalam hadits-hadits di atas, yang diberi gelar sebagai sebaik-baik wanita ahli surga (Mar-yam, Asiah, Khadijah, Aisyah dan Fatimah) ada-lah wanita-wanita yang perjalanan hidupnya pe-nuh dengan ujian dan tan-tangan. Mereka ditimpa banyak musibah dan bala bencana, baik dalam urusan keluarga, masya-rakat dan musuh-musuh Allah dan Rasul-Nya. Na-mun mereka tidak ber-geming dari keimanan dan ketaatan kepada Allah Swt.
Apakah ciri dan karakter yang dimiliki da-lam menjalankan ke-hidupan sehari-hari, se-hingga dengan tegar ber-tahan dari segala amuk duniawi, dan mendapat-kan gelar mulia se-bagai wanita/istri shalihah? Se-cara umum dijelaskan di dalam al-Qur’an, Allah Swt berfirman:
“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wa-nita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[ ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” (Qs. An Nisaa’ 4: 34)
Inilah ayat yang me-nerangkan secara terpe-rinci tentang ihwal kaum wanita dalam ke-hidupan rumah tangga yang berada di bawah ke-pemimpinan kaum pria. Disebutkan bahwa ada dua jenis wa-nita: yang shalihah dan yang tidak shalihah. Lalu ciri shalihah antara lain adalah taat, yaitu taat ke-pada Allah Swt, kepada Rasul Nya dan taat kepada suami. Selain itu dia betah tinggal di rumah, bersikap ma’ruf kepada suami dan menjaga kehormatan diri di saat suaminya tidak ada di rumah.
Ats-Tsauri dan Qata-dah mengatakan: Arti menjaga kehormatan diri di saat suami tidak ada di rumah adalah menjaga segala sesuatu yang mesti dipelihara, baik berkenaan dengan kehormatan diri maupun harta. Sementara itu Ibnu Jarir dan al-Baihaqi meriwayatkan ha-dits dari Abu Hurairah yang menyatakan bahwa Nabi Saw bersabda:
“Sebaik-baik wanita adalah yang menawan hati-mu bila engkau pandang, taat manakala engkau perintah, dan menjaga hartamu serta memelihara kehormatan diri-nya ketika engkau tidak ada di rumah.”Kemudian Rasulullah Saw. membaca ayat tersebut di atas. (Qs. An Nisaa’ 4: 34).
Syeikh Muhammad Abduh mengatakan bahwa yang dimaksud dengan menjaga kehormatan diri di sini adalah menutup apa yang dapat membuat malu ketika diperlihatkan atau diungkapkan. Artinya, menjaga segala sesuatu yang secara khusus berke-naan dengan rahasia suami istri, serta tidak menceritakan rahasia su-aminya kepada siapa-pun kecuali kepada orang yang benar-benar dipercaya ka-rena ingin mencari solusi keruwetan rumah tangga.
Secara syar’i, yang juga bisa dikategorikan da-lam hal ini adalah keha-rusan merahasiakan se-gala sesuatu yang berkait-an dengan hubungan intim suami istri, termasuk di da-lamnya menceritakan hal-hal yang tidak senonoh. Jangan seperti khadrau’ud-diman, seperti yang sering ditayangkan infotainment tv, mengumbar segala au-rat keluarga sehingga o-rang jijik mendengarnya.
Apatah lagi bila sam-pai ke bentuk-bentuk peri-laku yang mereka laksana-kan sebagai pasangan sua-mi isteri yang tidak layak didengar oleh selain me-reka. Selain itu juga dapat difahami bahwa ungkapan yang disebut oleh al-Qur-’an di atas, merupakan salah satu ungkapan yang memiliki arti kiasan yang amat mendalam: meng-hentak kaum wanita yang keras hati, namun bisa di-fahami rahasianya oleh mereka yang berhati lembut.
Kaum wanita me-mang memiliki naluri yang demikian lembut, dimana anda sekalian bisa mene-robos hati mereka hanya dengan menyentuh ujung jarinya saja. Jantung me-reka memiliki nadi-nadi peka yang segera memom-pakan darah ke raut wajah mereka manakala mene-rima rangsangan.
Maka tidak dibenar-kan menghubungkan lang-sung kalimat hifzhul ghaib (menjaga harta dan kehor-matan diri) dengan kalimat bima hafizhallah (sebagai-mana Allah menjaga diri-nya). Sebab perpindahan yang demikian drastis dari penuturan rahasia diri yang tersembunyi ke arah penuturan penjagaan Allah yang demikian jelas memalingkan seseorang untuk berfikir secara ber-kepanjangan tentang hal-hal yang berada di balik tabir-tabir rahasia pribadi suami istri. Yakni, hal-hal yang tersembunyi dan rahasia, untuk dialihkan pada pengawasan Allah Azza wajalla.
Penghormatan yang diberikan kepada kaum wanita melalui kesaksian Allah tersebut di atas, di-maksudkan agar mereka tetap terjaga dari jamahan tangan-tangan kotor, pan-dangan mata jahil, atau pergunjingan, di saat sua-mi mereka tidak berada di rumah, melalui bujukan, rayuan berupa lembaran-lembaran uang, mobil mewah, rumah indah atau beberapa kerat roti.
Jadi, wanita-wanita shalihah ialah wanita yang menjaga harta dan kehor-matan dirinya ketika su-aminya tidak di rumah, sebagaimana Allah telah menjaga mereka. Itulah yang menjadi sifat shalihah kepada mereka. Sebab se-orang wanita yang sha-lihah akan selalu men-dapat pengawasan dari Allah Swt, dan ketakwaan yang mereka miliki me-nyebabkan mereka bisa menjadi wanita-wanita yang terpelihara dari sifat khianat dan mampu men-jaga amanat.
Oleh karena itulah yang dimaksud dengan Wanita Shalihah dalam ayat di atas adalah mereka yang selalu taat kepada Allah Swt, Rasul Nya, suaminya dan tidak mem-perturutkan hawa nafsu-nya dalam hidup harian-nya. Apabila dikaitkan arti ayat yang disebutkan di atas tepat sekali untuk menggambarkan ihwal kaum wanita masa kini yang senang membeberkan rahasia-rahasia rumah tangga sendiri, atau rumah tangga orang lain (gosip wanita sinetron) dan tidak bisa menjaga harta dan kehormatan dirinya mana-kala suami mereka tidak berada di rumah bukanlah termasuk dalam koridor wanita shalihah.
Jangan seperti khad-rau’uddiman, seperti yang sering ditayangkan infotai-ment tv, mengumbar segala aurat keluarga sehingga orang jijik mendengarnya. Jika diamati dengan seksa-ma keterangan diatas, ma-ka dapat disimpulkan bah-wa isteri yang shalihah mempunyai karakter se-bagai berikut:
1. Menaati  Allah dan Rasul Nya
Dengan ketaatannya itulah sebagai aset terbesar baginya untuk meraih ganjaran tertinggi sebagai buah dari ilmu dan iman-nya. Yaitu surga yang pe-nuh dengan kenikmatan, dia kekal didalamnya se-lama-lamanya. Allah Swt. berfirman:
(Hukum-hukum ter-sebut) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah. Barang-siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah me-masukkannya kedalam syurga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar. (Qs. An Nisaa’, 4: 13)
Firman Allah lagi: “Dan barangsiapa yang men-taati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sa-ma dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Qs. An Nisaa’, 4: 69)
Abu Hurairah ra ber-kata, Rasulullah Saw ber-sabda: “Semua ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan (tidak mau). Pa-ra sahabat bertanya: Siapa-kah yang enggan itu wahai Rasulullah? Beliau men-jawab: Barang siapa yang ta’at kepadaku (mengikuti Sunnahku), dialah yang akan masuk surga, dan barang siapa yang mendurhakaiku, maka dialah yang yang enggan masuk surga.” (HR Bukhari)
Maka demikian pula seorang wanita atau isteri, dia akan masuk surga de-ngan menaati Allah dan Rasul-Nya dengan se-benar-benarnya.
2. Menaati Suami 
Ketaatan kepada su-aminya merupakan pin-tu keselamatan baginya un-tuk meraih kenikmatan yang kekal dan abadi di surga. Rasulullah Saw bersabda:
“Jika seorang isteri itu telah menunaikan shalat lima waktu, dan shaum (puasa) di bulan Ramadhan, dan men-jaga kemaluannya dari yang haram serta taat kepada suaminya, maka akan di-persilakan: masuklah ke surga dari pintu mana saja kamu suka.” (HR. Ahmad)
Diriwayatkan dari Ummu Salamah, bahwasa-nya Asma datang kepada Nabi dan berkata: Sesungguhnya aku adalah utusan dari kaum wanita Muslim, semua mereka berkata dan berpendapat sebagaimana aku Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah mengutusmu kepada laki-laki dan wanita, kami telah beriman kepadamu dan mengikutimu, (namun) ka-mi kaum wanita merasa dibatasi dan dibelenggu. Padahal kamilah yang menunggu rumah mereka, tempat menyalurkan nafsu mereka, kamilah yang mengandung anak-anak mereka, sedang mereka dilebihkan dengan sholat berjamaah, menyaksikan jenazah dan berjihad di jalan Allah.
Dan apabila mereka ke luar berjihad, kamilah yang menjaga harta me-reka dan kamilah yang me-melihara anak-anak me-reka, maka apakah kami tidak mendapatkan bagian pahala mereka wahai Rasulullah? Maka berpalinglah Rasulullah ke-pada para sahabatnya dan bertanya: Apakah tadi ka-mu sudah mendengar pertanyaan sebaik itu dari seorang perempuan tentang agamanya? Mereka menjawab: Ya, Demi Allah wahai Rasulullah, kemu-dian beliau bersabda: Pergilah engkau wahai Asma dan beritahukanlah kepada wanita-wanita yang mengutusmu bahwa layanan baik salah seorang kamu kepada suaminya, meminta keridhaannya dan menuruti kemauannya menyamai (pahala) amal-an laki-laki yang engkau sebutkan tadi. Maka Asma pun pergi sambil bertahlil dan bertakbir karena gembiranya dengan apa yang diucapkan Rasulullah ke-padanya. (Al Istii’aab, Ibnu ‘Abd al Bar)
Dari Ibnu Abbas ra ia berkata, wakil wanita ber-kata: “Wahai Rasulullah, saya wakil dari kaum wanita untuk berjumpa denganmu. Sesungguhnya jihad hanya diwajibkan atas kaum laki-laki saja, sekiranya mereka menang mereka memperoleh pahala dan sekiranya mereka terbunuh, maka mereka senantiasa hidup dan diberi rizki di sisi Rabb mereka. Sedangkan kami golongan wanita menjalankan tugas (berkhidmat) untuk mereka, maka adakah bagian kami dari yang tersebut? Maka Rasulullah menjawab, Sam-paikanlah kepada siapa saja dari kaum wanita yang eng-kau temui, bahwa taat kepada suami dan mengakui hak sua-mi adalah menyamai yang demikian itu, dan amat sedikitlah di antara kamu yang mampu melaksana-kannya.”(HR al Bazzar)

3. Melayani Suami 

Sebagian isteri sangat taat kepada suaminya, tapi kurang pandai melayani suami dengan sebaik-baik-nya. Maka jika taat kepada suami dan pandai me-layaninya, hal itu merupa-kan kemuliaan tersendiri yang mengangkat derajat-nya meraih keselamatan di dunia dan akhirat.
Ummu Salamah ra berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Tiap-tiap isteri yang mati diridhai oleh suaminya, maka ia akan masuk surga.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah).
Dari Abdullah bin Abi Aufa ia berkata, Mu’adz di-utus ke Yaman atau Syam dan dia melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pem-besar dan kepada pendeta-pendetanya. Maka beliau berkata dalam hatinya sesungguhnya Rasulullah lebih layak untuk di-agungkan (daripada me-reka). Maka tatkala ia datang kepada Rasulullah ia berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku melihat orang-orang Nashrani bersujud kepada pembesar-pembesar dan kepada pendeta-pendetanya, dan aku berkata dalam hatiku sesungguhnya engkaulah yang lebih layak untuk diagungkan (daripada mereka) lalu beliau bersabda:Andaikata aku boleh memerintahkan seseorang bersujud kepada seseorang, maka sung-guh akan kuperintahkan isteri bersujud kepada suami-nya dan seorang isteri belum dikatakan menunaikan kewajibannya terhadap Allah sehingga menunaikan kewajibannya terhadap suami seluruhnya, sehingga andai-kan (suaminya) memerlu-kannya di atas kendaraan, sungguh ia tidak boleh menolaknya. (HR Ahmad)
4. Menjaga  Kehormatan Diri 
Ciri keempat inilah yang merupakan kunci dari keshalihan seorang isteri yang berada di bawah pengawasan suaminya yang shalih. Lelaki yang memiliki isteri dengan ka-rakteristik seperti ini ber-arti telah memiliki harta simpanan yang terbaik.
Dari Abu Umamah ra, dari Nabi Saw beliau ber-sabda: “Tidak ada yang paling bermanfaat bagi se-orang (lelaki) Mukmin se-su-dah bertaqwa kepada Allah daripada memiliki isteri yang shalihah, yaitu jika ia di-perintah ia taat, jika ia dipan-dang menye-nangkan hati, dan jika ia digilir ia tetap ber-buat baik, dan jika ia diting-galkan (suaminya) ia tetap menjaga suaminya dalam hal dirinya dan harta suaminya.” (HR Ibnu Majah)
Dari Ibn Abbas ra Rasulullah Saw bersabda: “Ada empat perkara siapa yang memilikinya berarti mendapat kebaikan di dunia dan akhirat, yaitu hati yang bersyukur, lisan yang selalu berzikir, tubuh yang bersabar ketika ditimpa bala bencana (musibah) dan isteri yang ti-dak menjerumuskan suami-nya dan merusakkan harta bendanya.” (HR Thabrani dengan isnad Jayyid).
Wanita paling baik ada-lah wanita (isteri) yang apabila engkau meman-dangnya menggembirakan-mu, apabila engkau menyu-ruhnya dia pun menaati, dan apabila engkau pergi dia juga memelihara dirinya dan menjaga hartamu. (HR Abu Dawud. Derajat hadits oleh al Hakim dinyatakan shahih).
Semoga para akhwat mampu memiliki karakter tersebut sehingga melayak-kannya mendapat pahala yang telah dijanjikan Allah Swt. Mereka menjadi par-tner dalam perjuangan fi sabilillah, dan menjadi pendamping setia dikala suka dan duka bersama suami yang dicintainya.
Amien Ya Rabbal Alamin.
Wallahu’alam…

Minggu, 14 April 2013

NASEHAT KEPADA SAUDARAKU MUSLIMAT


Saudariku muslimah yang dimuliakan Allah…
Sesungguhnya syaithan dan bala tentaranya senantiasa berusaha untuk menyesatkan hamba-hamba Allah agar terjerumus ke dalam jurang neraka. Iblis yang merupakan syaithan dari bangsa jin telah bersumpah dihadapan Allah ‘azza wajalla akan menyesatkan seluruh manusia. Allahsubhanahu wa ta’ala berfirman mengenai perkataan dan sumpah Iblis tersebut,

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ
“Iblis menjawab: "Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,”” (Qs. Shaad : 82)
Sumpah yang telah diucapkan oleh Iblis tersebut, kemudian benar-benar di realisasikannya. Maka iblis pun dengan segenap kesungguhannya dan juga bala tentaranya berusaha untuk menyesatkan umat manusia, khususnya umat Islam dari jalan kebenaran. Diantara caranya yaitu, iblis berusaha dengan sekuat tenaga untuk menggoda manusia agar aurat mereka terbuka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَيَا آدَمُ اسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ فَكُلاَ مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلاَ تَقْرَبَا هَـذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
(Dan Allah berfirman): "Hai Adam bertempat tinggallah kamu dan isterimu di surga serta makanlah olehmu berdua (buah-buahan) di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu berdua mendekati pohon ini, lalu menjadilah kamu berdua termasuk orang-orang yang zalim." (Qs. Al-A’raaf : 19)
Akan tetapi Iblis la’natullah berusaha menggoda Adam ‘alaihis salam dan istrinya supaya Adam memakan buah tersebut. Yang hasilnya adalah aurat mereka pun terbuka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

فَوَسْوَسَ لَهُمَا الشَّيْطَانُ لِيُبْدِيَ لَهُمَا مَا وُورِيَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَاتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَاكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَـذِهِ الشَّجَرَةِ إِلاَّ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ الْخَالِدِينَ

Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)." (Qs. Al-A’raaf : 20)

Itulah salah satu tipu daya iblis la’natullah untuk menjerumuskan manusia dari dulu kala, yaitu bapaknya anak manusia. Bahkan sampai detik ini pun, Iblis terus berusaha agar anak Adam membuka auratnya. Kenapa demikian? Karena kita sadari betul, betapa besar akibat buruk dari membuka aurat, terutama dari kalangan wanita. Maka dari itulah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan bahwasanya kehancuran orang-orang ahlul kitab yaitu Yahudi, tidak lain karena fitnah wanita. Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

فَاتَّقُوا الدُّنيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِى إِسْرَائِيْلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ
“Berhati-hatilah terhadap dunia dan berhati-hatilah pada kaum wanita, karena sesungguhnya fitnah pertama yang menimpa Bani Israil adalah karena wanita.” 
Oleh karena itu saudariku, orang-orang Yahudi yang telah rusak moralnya dengan sebab wanita, mereka akan terus berupaya mengeluarkan para wanita dalam keadaan memperlihatkan kecantikan dan aurat mereka, dengan Miss Universalnya atau yang lainnya. Yang ternyata ini pun di ikuti oleh para muslima, sehingga menimbulkan kerusakan akhlak, moralitas, memperburuk citra islam, dan sedikitnya rasa malu dari wanita tersebut. Semua ini juga tidak lain agar tersebarsyahwat dan berakibat dapat menghancurkan para pemuda muslim. Sehingga pada waktu itu, banyak pemuda kaum muslimin yang kemudian lupa kepada Allah, lupa kepada kehidupan akhirat, bahkan lupa untuk memperjuangkan agamanya.

Banyaknya pakaian-pakaian yang mempertontonkan aurat, dianggap sebagai sesuatu yang modern. Kita lihat di media televisi maupun media yang lainnya, banyak acara yang memajangaurat-aurat. Mereka menganggap bahwa inilah masyarakat modern. Bahwa inilah kemajuan. Bahkan mereka menganggap bahwasanya jilbab dan menutup aurat itu adalah suatu kemunduran.

Oleh karena itu Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun telah mengabarkan tentang apa yang akan terjadi pada akhir zaman. Bahwasanya akan muncul wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلاَتٌ مَائِلاَتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لاَ يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلاَ يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: [1] Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan [2] para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” 

Imam An-Nawawi dalam Syarh Muslim ketika menjelaskan hadits di atas mengatakan bahwa ada beberapa makna كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ,
Makna pertama : wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun enggan bersyukur kepada-Nya.
Makna kedua : wanita yang mengenakan pakaian, namun kosong dari amalan kebaikan dan tidak mau mengutamakan akhiratnya serta enggan melakukan ketaatan kepada Allah.
Makna ketiga : wanita yang menyingkap sebagian anggota tubuhnya, dan sengaja menampakkan keindahan tubuhnya. Inilah yang dimaksud denga wanita yang berpakaian tetapi telanjang.
Makna keempat : wanita yang memakai pakaian tipis sehingga nampak bagian dalam tubuhnya.Wanita tersebut berpakaian, namun sebenarnya telanjang. 

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ibnul Jauziy. Beliau mengatakan bahwa makna كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ada tiga :
Pertama: wanita yang memakai pakaian tipis, sehingga nampak bagian dalam tubuhnya. Wanita seperti ini memang memakai jilbab, namun sebenarnya dia telanjang.
Kedua: wanita yang membuka sebagian anggota tubuhnya (yang wajib ditutup). Wanita ini sebenarnya telanjang.
Ketiga: wanita yang mendapatkan nikmat Allah, namun kosong dari syukur kepada-Nya. 

Kesimpulannya adalah كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ dapat kita maknakan: wanita yang memakai pakaian tipis sehingga tampaklah tubuh yang ada di dalam pakaian tersebut dan wanita yang membuka sebagian aurat yang wajib dia tutup. Dan juga para wanita yang menutup auratnya, tapi dengan pakaian yang ketat, sehingga tampaklah lekuk tubuhnya. Wal iyyadzubillaah…

Hadits diatas juga merupakan tanda mukjizat kenabian. Lihatlah dan buktikan! Bahwasanya kedua golongan ini sudah ada di zaman kita sekarang. Hadits ini sangat mencela dua golongan tersebut. Kerusakan seperti ini tidak muncul di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sucinya zaman beliau, namun kerusakan ini baru terjadi setelah masa beliau hidup. 

Dan sekarang kita lihat fenomena yang menyedihkan ini. Dimana wanita sangat bangga memperlihatkan aurat-aurat mereka. Meraka tidak perduli dan mereka pun tidak malu. Mereka tidak malu kepada Allah dan mereka tidak malu kepada manusia. Bahkan rasa malu itu pun akhirnya telah dicabut oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Padahal wanita seharusnya lebih pemalu ketimbang lelaki. Namun kita dapati sekarang, bahwa wanita lebih berani dan agresif ketimbang lelaki, maka dampaknya mereka berbuat “semau gue”. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,

إِذَا لَمْ تَسْتَحِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
“Jika engkau tidak malu, berbuatlah sekehendakmu.” 

Sebagian ulama menafsirkan hadirts diatas, bahwa perintah Rasulullah tersebut, perintah yang sifatnya adalah penghinaan, bukan perintah agar di lakukan. Artinya bahwa orang yang tidak punya malu maka dia akan berbuat “semau gue”.

Ini lah musibah yang besar dan fitnah yang bergelombang yang datang dan menerpa kita dengan munculnya wanita-wanita yang enggan menutup auratnya. Wanita yang berpakaian tapi telanjang, bahkan berbangga, sehingga akhirnya memfitnah para pemuda dalam meniti jalan Allahsubhanahu wa ta’ala.

Saudariku muslimah…

Ketahuilah, setiap muslim yang ada didalam hatinya keimanan dan kecemburuan terhadap agamanya, ia tidak akan ridha dengan keadaan seperti ini. Maka ia pun berusaha dan berfikir, bagaimana caranya agar anaknya, tetangganya, saudaranya dapat menutup aurat. Hal ini agar mereka di ridhai oleh Allah dan terhindar dari adzab Allah. Karena apabila wanita telah memperlihatkan auratnya, maka para pemuda pun mengikuti syahwatnya, kemudian akhirnya tersebarlah zina. Dan dengan zina itulah kemudian tersebar bencana. Berbagai macam bencana dan malapetaka terus datang akibat perbuatan-perbuatan buruk dan keji, salah satunya adalah perbuatan tidak menutup aurat.
Saudariku muslimah…

Dimanakah lagi keimanan? Dimanakah lagi kecemburuan? Dimanakah lagi marah karena Allah dan benci karena Allah? Seakan-akan keimanan itu telah pudar dari hati-hati para hambaNya. Ataukah kehidupan dunia telah menghiasi dan mendominasi mereka? Sehingga ia lupa kepada Allah rabbul ‘alamin. Ingatlah kisah nabi Adam ‘alaihis salam ketika Allah usir dari surga dan Allah turunkan dari surga karena memakan buah yang dilarang untuk di makan. Maka akibatnya terbuka aurat mereka.

Dan kita lihat fenomena yang ada sekarang. Banyak hamba-hamba yang tidak lagi perduli terhadap anaknya yang mempertontonkan aurat mereka. Banyak hamba-hamba yang tidak perduli lagi terhadap istrinya yang memperlihatkan aurat mereka. Tidakkah mereka tahu dan sadar?Bahwasanya seorang suami yang tidak mempunyai rasa kecemburuan, ia termasuk dayyuts 

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,
Dari Abdullah bin Umar radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasululah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga golongan manusia yang tidak akan dilihat oleh Allah (dengan pandangan kasih sayang) pada hari kiamat nanti, yaitu: orang yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan yang menyerupai laki-laki, dan ad-dayyuts, yaitu kepala rumah tangga membiarkan kemungkaran dalam rumah tangganya.” 

Ketahuilah dan sadarilah! Sesungguhnya wanita adalah parameter baiknya suatu bangsa. Baiknya wanita adalah tanda kebaikan suatu bangsa. Dan hancurnya wanita adalah merupakan kehancuran suatu bangsa. Maka apabila wanita itu mempertontonkan auratnya dan apabila wanita itu sudah dicabut rasa malunya, pertanda bangsa itu akan hancur dan binasa. Kenapa? Karena di rahim wanitalah anak bangsa dikandung. Kemudian dari payudaranya lah mengalir makanan untuk menyambung hidup anak tersebut. Dengan kasih sayangnya lah mereka mulai hari-harinya. Wanitalah guru pertama dan utama bagi mereka. Maka apa jadinya kalau mereka hidup dibawah asuhan dan pendidikan wanita yang tidak punya rasa malu, dan senantiasa mempertontonkanauratnya kepada orang-orang yang bukan mahramnya, tentu saja mereka tidak akan jauh dari induknya. Padahal seluruh anak adam yang lahir ke dunia adalah suci. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda,

كُلُّ مَوْلُوْدٍ يُوْلَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ
“Setiap anak yang dilahirkan, dilahirkan di atas fitrah (islam). Kedua ibu bapaknyalah yang menjadikan dia sebagai Yahudi atau Nashrani atau Majusi.”

Saudariku muslimah…

Marilah kita mencontoh para shahabiyah. Betapa ketundukan mereka kepada Allah yang sangat luar biasa. Ketika Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan ayat hijab, dan ketika Allah subhanahu wa ta’ala mewajibkan jilbab, mereka segera mengambil tirai atau gorden-gorden rumahnya untuk menutup aurat nya. Mereka tidak pernah berkata “panas”. Mereka pun tidak pernah berkata “bagaimana dan mengapa?.” Segera mereka berkata sami’na wa atha’na, kami mendengar dan kami ta’at.

Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah radhiyallahu anha, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan iman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.” 

Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاء الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيم
“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. Al-Ahzab : 59)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan berkata: “Allah Ta’ala menyuruh Rasulullah shalallahu alaihi wassalam agar dia menyuruh wanita-wanita mukmin , istri-istri ,dan anak-anak perempuan beliau agar mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka. Sebab cara berpakaian yang demikian membedakan mereka dari kaum wanita jahiliah dan budak-budak perempuan.”

Tatkala ayat di atas turun, para wanita Anshar pun bila keluar rumah seakan-akan di atas kepala mereka terdapat burung-burung gagak karena pakaian (jilbab hitam) yang mereka kenakan. 

Sekarang ini, sedikit sekali orang-orang yang perduli terhadap agamanya? Apakah kita ridhawanita-wanita muslimah dicabik-cabik kehormatannya, dan dijadikan alat pemuas nafsu para lelaki hidung belang serta menjadi mainan orang-orang Yahudi dan Nasrani. Bahkan menjadi boneka-boneka orang-orang Yahudi dan Nasrani untuk menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Tidak!!!

Dan apakah kita tidak takut dengan ancaman Allah yang telah diwahyukan kepada Rasulullahshalallahu ‘alaihi wasallam dimana Rasulullah bersabda,
"Artinya : Sesungguhnya bila manusia telah melihat kemungkaran lantas tidak mengingkarinya, maka telah dekatklah Allah meratakan adzabNya terhadap mereka."Na’udzubillaahi mindzalik…

Kita kaum muslimin harus mempunyai rasa kecemburuan dalam masalah ini. Kita memohon kepada Allah subhanahu wa ta’ala agar menampakkan kepada kita yang benar itu benar dan memberi taufik kepada kita untuk mengikutinya. Dan menunjukkan yang salah itu salah, lalu member taufik kepada kita untuk menjauhinya. Serta memberi hidayah kepada kita sirathal mustaqim. Kita pun juga harus terus-menerus memohon kepada Allah agar Allah subhanahu wa ta’ala memberikan hidayah kepada para wanita muslimat. Agar mereka menutup auratnya, agar mereka kembali kepada Allah dan agar mereka bertaqwa kepada Allah. Karena hanya kepadaNya lah kita semua akan kembali. Akhir kalam…

والله الموفّق إلى أقوم الطريق
وصلى الله وسلم على نبينا وعلى آله وأصحابه ومن اتّبعهم بإحسان الى يوم الدين

Sabtu, 13 April 2013

YAHUDI DALAM PERSPEKTIF ISLAM


Yahudi Dalam Perspektif Islam, Mensikapi Konflik Yahudi-Islam Kontemporer


Diposting : Abu Astri

 “Setiap manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang membawa mereka ke agama Islam, Kristen dan Yahudi” (Buchori: 1270). Dengan kata lain pembentukan karakter dan sifat manusia sangat ditentukan oleh lingkungan yang melingkupinya dan bukan oleh faktor keturunan. Berdasarkan tesis tersebut sifat dan karakter sebuah bangsa harus dilihat sebagai naluri muktasab yang terbentuk oleh proses interaksi manusia dengan sesamanya atau dengan alam. Sebelum membahas sikap Islam terhadap bangsa Yahudi perlu kiranya dibahas terlebih dahulu sifat dan watak bangsa Yahudi yang melatar belakangi permusuhan mereka dengan umat Islam.
Ideologi Rasis, Chauvinis Dan Ekspansif Bangsa Yahudi
Doktrin paling berpengaruh dan tetap dipegang teguh oleh bangsa Yahudi adalah doktrin “bangsa terpilih” dan “tanah yang dijanjikan”. Doktrin “bangsa terpilih” juga disinggung Qur’an: “Hai bani Israil ingatlah akan nikmatKu yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan bahwa Aku telah melebihkan kamu atas segala umat”, (QS;Al-Baqarah:47). Tanpa harus meminjam penafsiran subyektif cukuplah dipahami bahwa ayat ini mengakui keyakinan bangsa Yahudi tentang “bangsa terpilih”. Doktrin yang sangat kuat diyakini bangsa Yahudi ini telah menumbuhkan eksklusifitas. Bangsa Yahudi hidup di getho getho yang terpisah dari masyarakat dimana mereka tinggal. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari percampuran dengan masyarakat lain. Sikap eksklusif bangsa Yahudi boleh jadi menimbulkan kebencian pada bangsa lain. Dan ini dirasakan orang orang Yahudi yang menyadari bahwa mereka tidak disukai masyarakat setempat. Theodore Hertzel, pendiri Zionisme, mengatakan bahwa rasa permusuhan terhadap Yahudi adalah watak alami manusia. Kondisi semacam ini dialami orang orang Yahudi di negara manapun, termasuk di negara negara maju. Bahkan rasisme Yahudi harus berbenturan dengan rasisme Jerman yang mengakibatkan terjadinya pembantaian Yahudi. Perlu dicatat bahwa eksklusifitas yang lahir dari doktrin “bangsa terpilih” telah menciptakan lingkungan eksklusif yang homogen. Karenanya tidak terlalu salah jika pendirian dan sikap para pemimpin politik Israel nyaris sama. Disamping itu doktrin “bangsa terpilih” membuat agama Yahudi identik dengan bangsa Yahudi; satu satunya agama Semit yang mayoritas pemeluknya adalah bangsa tertentu.
Doktrin “tanah yang dijanjikan” juga disinggung Qur’an: “Hai kaumku masuklah ke tanah suci yang telah dijanjikan Allah bagimu” (QS; al-Ma’idah:21). Dalam kisah itu bani Israil membantah perintah nabi Musa karena takut menghadapi penduduk Palestina, bahkan bani Israil meminta Musa dan Tuhannya berangkat sendiri memerangi penduduk Palestina. Akibat sikap pengecutnya, bani Israil harus hidup menderita di padang Taih selama empat puluh tahun hanya dengan makanan Manna dan Salwa. Sepeninggal Musa, Yusak menggerakkan bani Israil yang telah berkembang biak selama hidup di padang Taih untuk menyerbu Palestina dan menguasainya. Patut dicatat bahwa doktrin “tanah yang dijanjikan”selama berabad abad menjadi obsesi seluruh bangsa Yahudi yang tercerai berai tanpa tanah air sejak terusir dari tanah Arab pada masa khalifah Umar.
Perjalanan panjang sejarah bangsa Yahudi memang penuh dengan gejolak dan permusuhan dengan bangsa lain. Sejak Yusak, salah satu nabi bangsa Yahudi, merebut tanah Palestina, tercatat tiga kali bangsa Yahudi memiliki kerajaan yang dipimpin oleh keturunan bani Israil, yaitu raja Saul, raja Daud dan raja Sulaiman. Selebihnya, berturut turut bangsa Israil ditaklukkan bangsa bangsa lain. Bangsa Yahudi pernah dikuasi bangsa Sargon dari Assyiria yang memusnahkan 10 suku Israil, dijajah Nebukandnezar dari Babilonia yang menghancurkan Jeurssalem dan biara Sulaiman di dataran tinggi Zion; ditaklukkan Cyrus the Great dari dinasti Achaemenids yang membebaskan dua suku Israil yang ditwan Babilonia dan membangun kembali Biara Sulaiman, ditaklukkan Macedonia, dikuasai dinasti Ptoleme dari Mesir, dikuasai dinasti Sleucids dari Yunani, dibawah penaklukkan Romawi, terusir dari Palestina oleh panglima Titus, terusir dari madinah oleh Nabi Muhammad, dan terusir dari tanah Arab oleh khalifah Umar. Dan tidak jarang bangsa Israil mendapat tekanan dan penyiksaan fisik dari para penguasa, seperti yang terjadi dalam kisah Firaun dan Bani Israil di Mesir, kisah perjalanan putera putera Ya’kub ke kerajaan Mesir dan pembantaian Yahudi oleh Nazi.
Pengalaman getir yang dialami bangsa Yahudi sejak penjajahan Firaun hingga pembantaian Nazi menanamkan ambisi kekuasaan pada bangsa Yahudi, bahkan dalam menyikapi nabi nabi mereka. Banyak nabi nabi dibunuh karena dianggap tidak memberikan harapan bagi bangsa Yahudi dalam mencapai kejayaan. Bahkan dikisahkan bahwa setelah kekalahan beruntun dan penderitaan yang dialami bangsa Yahudi akibat penindasan dan penyiksaan fisik bangsa lain, mereka mengharapkan datangnya seorang “juru selamat”. Lalu datanglah Isa yang mengabarkan agama baru untuk menyelamatkan umat dari kehancuran. Tetapi bangsa Yahudi menolak mengakui kenabian dan agama yang dibawanya, bahkan berusaha membunuhnya. Bangsa Yahudi menganggap bahwa Isa hanya penyelamat spiritual, bukan pemimpin yang akan membawa bangsa Yahudi berkuasa. Agenda Zionisme sendiri juga mencanangkan sebuah negara Israel Raya yang wilayahnya meliputi hampir seluruh dunia Arab. Dan kini, bangsa Yahudi telah berhasil mewujudkan impiannya untuk mendirikan Negara Israel meskipun belum mencakup seluruh wilayah yang diagendakan Zionisme.
Jadi kedua doktrin diatas yang kemudian dikembangkan sebagai ideologi rasis, chauvinis dan ekspansif inilah yang tampaknya mewarnai perjalanan sejarah permusuhan Yahudi dengan bangsa bangsa lain, terutama umat Islam.
Yahudi Kriteria Sebagai Musuh Islam
Secara garis keturunan sebenarnya bangsa Yahudi lebih dekat dengan bangsa Arab-Islam ketimbang bangsa Eropa-Kristen. Sebab bangsa Yahudi dan Arab-Islam sama sama berasal dari rumpun Semit. Tetapi ancaman Yahudi terhadap Islam lebih besar dibanding ancaman bangsa lain sepserti disebutkan dalam Qur’an, “Sesungguhnya kamu dapati orang orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang orang yang beriman ialah orang orang Yahudi dan orang orang musyrik. Dan sesungguhnya kamu dapati yang paling dekat persahabatannya dengan orang orang beriman adalah orang orang yang berkata ‘sesungguhnya kami ini orang Nasrani’. Yang demikian itu disebabkan karena diantara mereka itu terdapat pendeta dan rahib rahib juga karena mereka sesungguhnya tidak menyombongkan diri.” (QS, Al-Maidah:82). Permusuhan yang diperlihatkan bangsa Yahudi terhadap Islam sebenarnya sama dengan permusuhan Yahudi terhadap bangsa lain. Permusuhan itu sama sama dilatarbelakangi oleh faktor “menyombongkan diri” yang personifikasinya dalam bangsa Yahudi adalah ideologi rasis. Orang orang Yahudi tidak dapat menerima agama yang dikabarkan Nabi Muhammad karena Nabi tidak berasal dari keturunan bani Israil. Hal ini menunjukkan bahwa potensi permusuhan terhadap Islam bersumber dari kesombongan dan rasisme intelektual yang tidak dapat menerima kebenaran dari golongan lain. Atau dengan kata lain musuh Islam lebih dilihat dari sudut kriteria ketimbang generalisasi golongan.
Paling tidak ada tiga hal yang mendukung tesis ini. Pertama, orang orang Nasrani yang dalam ayat di atas disebut lebih bersahabat ternyata selama berabad abad menjadi musuh bebuyutan Islam juga dengan latarbelakang “menyombongkan diri” seperti terlihat dalam Perang Salib. Kedua, Abdullah bin Salam, seorang rahib Yahudi dan putera seorang rahib pula, demikian pula beberapa orang Yahudi lain, ternyata dengan tulus memeluk agama Islam. Ketiga dalam Qur’an disebutkan, “Sesungguhnya orang orang mu’min, orang orang Yahudi, orang orang Nasrani, dan orang orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar benar beriman kepada Allah, hari kemudian, dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan mereka tidak bersedih hati”, (QS, Al-Baqarah:62).
Dengan demikian ancaman terhadap Islam bersumber dari Yahudi dan Musyrik dalam pengertian orang orang yang memiliki kriteria rasis, chauvinis dan ekspansif, bukan Yahudi dan Musyrik sebagai golongan dan individu.
Realitas Obyektif Yahudi Dan Sikap Kita
Setelah getho getho Yahudi di kotakota di Eropa mulai runtuh, terutama setelah revolusi Perancis 1789, orang orang Yahudi mulai merambah dunia industri dan perbankan. Lahirlah bankir bankir dan industrialis Yahudi di Jerman, Perancis Inggris dan Rusia, seperti keluarga Rotschilid di Eropa dan keluarga Morgan di Amerika. Mereka menguasai keuangan negara negara itu melalui dunia perbankan yang berada di bawah kekuasaan bankir bankir Yahudi. Dan bank bank tersebut dimanfaatkan untuk mempengaruhi kebijakan politik negara negara tersebut. Pada Perang Dunia I Inggris berhasil merebut Palestina dari kesultanan Turki. Dan  Inggris yang mengalami kesulitan keuangan pasca Perang Dunia I masuk dalam perangkap Yahudi yang mencoba mempengaruhi kebijakan politik Inggris untuk dapat melapangkan jalan bagi masuknya bangsa Yahudi ke tanah Palestina. Semula Inggris menawarkan imbalan tanah di Uganda, tetapi Yahudi memilih Palestina. Lalu lahirlah deklarasi Balford yang menjanjikan home rule untuk bangsa Yahudi di Palestina. Dalam waktu singkat bangsa Yahudi yang semula berjumlah enam ratus ribu jiwa diantara belasan juta bangsa Arab meningkat sampai tujuh juta jiwa. Dengan leluasa orang orang Yahudi masuk ke Palestina dan mengusir orang orang Arab dari rumah mereka. Tidak terhitung lagi berapa keluarga bangsa Palestina yang akhirnya harus tinggal di kamp kamp di padang pasir dan untuk waktu sekian lama tidak mendapatkan perhatian dari dunia internasional. Dan setelah Inggris angkat kaki dari Palestina, Bangsa Yahudi memprokamirkan Negara Israel.
Sejak itu bangsa bangsa Arab disibukkan dengan konflik Arab-Israel yang berkepanjangan; perebutan wilayah, konfilk perbatasan, persoalan air dan lain-lain. Bahkan agenda konfrensi Liga Arab lebih banyak didominasi persoalan Palestina. Sesuai dengan agenda zionisme, pada perang tahun 1967 Israel menginvasi wilayah wilayah Arab yang berbatasan dengan Israel. Dan di dalam negeri, Israel melakukan diskriminasi dan penindasan terhadap bangsa Palestina. Perundingan damai yang diupayakan berbagai pihak berjalan sangat lambat bahkan kerapkali menemui jalan buntu. Situasi konflik di kawasan Timur Tengah diperburuk oleh sikap keras kepala Israel yang tidak sungguh sungguh menginginkan penyelesaian yang saling menguntungkan. Bahkan resolusi DK PBB yang mengharuskan Israel mengembalikan wilayah wilayah Arab yang direbut, tidak pernah ditaati. Timur Tengah kini menjadi kawasan konflik dan Palestina menjadi tempat kejahatan kemanusiaan yang paling mengerikan.
Secara normatif Islam mengajarkan jalan damai sebagai pilihan utama. Hal ini pernah dicontohkan Nabi ketika membuat kesepakatan hidup berdampingan damai dengan orang orang Yahudi Madinah yang tertuang dalam Piagam Madinah. Salah satu pasal dalam Piagam tersebut berbunyi, “Jika Muhammad dan kawan kawan diserang musuh, maka Yahudi membela Muhammad dan kawan kawan, dan jika Yahudi diserang musuh maka Muhammad dan kawan kawan membela Yahudi”. Ketika Yahudi Madinah mengkhianati perjanjian, Nabi mengusir mereka dari Madinah. Dalam Qur’an juga disebutkan bagaimana sikap kita terhadap orang orang yang tidak memerangi kita, “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang orang yang memerangimu karena agama dan tidak pula mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang orang yang berbuat adil”, (QS, Al-Mumtahinah:8). Tetapi jika jalan damai tidak mungkin diupayakan maka permusuhan menjadi pilihan yang tak terelakkan. Dan jika orang lain memulai perang dengan kita, maka perang adalah jalan yang harus ditempuh. Firman Allah, “Dan perangilah di jalan Allah orang orang yang memerangi kamu, tetapi janganlah kamu melampui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang orang yang melampui batas”, (QS, Al-Baqarah:191).
Melihat peta konflik yang ada, tampaknya tidak ada yang lebih mendesak dibantu ketimbang umat Islam di negara negara Arab dan khususnya di Palestina. Dan ironisnya permusuhan dan kontak senjata yang sudah menjadi pemandangan sehari hari kurang mendapatkan perhatian kita. Isu kemerdekaan Palestina dan merebut kembali tanah tanah Arab yang dikuasai Israel kurang menggugah minat perjuangan Islam kita. Kita lebih asyik masyuk dengan hal hal spekulatif dan terhadap apa yang sudah jelas dan nyata di depan mata, kita malah tidak mengambil sikap.
Perang melawan musuh Islam adalah suatu keniscayaan setelah upaya damai tidak dapat ditempuh. Tetapi, mengikuti sunnah Rasul, perang tidak mungkin hanya mengandalkan keyakinan akan pertolongan Allah. Disamping keyakinan, kita juga harus berbekal pengetahuan. Pertolongan Allah tidak datang begitu saja tanpa uapaya manusia. Lima puluh tahun lebih Israel mengangkangi negara negara Arab-Islam. Dari segi kuantitas mereka jauh lebih kecil dibandingkan negara negara Arab-Islam, tetapi dari segi kualitas mereka jauh lebih canggih. Dan yang lebih patut diperhatikan adalah bahwa keberhasilan Yahudi menguasai Palestina didahului dengan masa penguasaan tekonologi dan ekonomi. Begitu juga keberhasilan Kristen menundukkan kesultanan Turki-Islam didahului dengan kemajuan peradabannya.

Jumat, 08 Maret 2013

STRATEGI KAUM PAGAN MENUJU THE NEW WORLD ORDER


Strategi Kaum Pagan Menuju The New World Order 



DIPOSTING  : Abu Astri



Illuminati modern lahir di Bavaria pada tahun 1773, tiga tahun sebelum para tokoh Mason menandatangani piagam kemerdekaan Amerika Serikat. Sebelum Illuminati ‘lahir’, gerakan paganis bernama Freemasonry telah dahulu ada di Eropa dan berkembang dengan pesat di sana. Nyaris semua negara dan kerajaan di Eropa tersentuh oleh gerakan Freemason yang lahir di Skotlandia pada sekitar tahun 1314-an.Para tetua pagan Yahudi seperti Rotschild melihat bahwa strategi mereka akan bisa lebih efektif dan cepat tercapai bila Illuminati dan Freemasonry bersatu. Sebab itu, pada tahun 1780, Baron Franz Friedrich Knigge direkrut menjadi anggota Illuminati dan dengan cepat menjadi salah satu tokoh penting Illuminati Eropa. Sebelumnya, Knigge ini merupakan salah satu tokoh sentral Freemasonry Eropa. Atas usahanya inilah, keduanya bias dipersatukan dan menjadi organisasi klandestine okultis yang begitu efektif, tidak saja di Eropa namun menggapai daratan Amerika dan lainnya.
Penyatuan Illuminati dan Freemasonry “diresmikan” dalam Kongres Wilhelmsbad pada 29 Agustus 1782 di mana Adam Weishaupt dan Knigge memimpin kongres tersebut. Semua yang hadir disumpah untuk tidak membocorkan kepada siapa pun, termasuk kepada anggota keluarga terdekat, apa saja yang terjadi dan diputuskan dalam pertemuan rahasia tersebut.
Comte de Vireu, seorang Masonik dari Lodge du Martinist di Lyons, Perancis Selatan—sebuah wilayah yang kental dengan nuansa Esoteris dan gerejanya memuja Yohanes sebagai Sang Kristus serta Maria Magdalena sebagai The Illuminatrix (Yang Tercerahkan), ikut hadir dalam Kongres di Wilhelmsbad. Sepulangnya dari acara, dia ditanya oleh isterinya tentang apa saja yang dibahas dalam pertemuan.
Terikat dengan sumpah setia, dan tentu saja ancamannya, Comte de Virieu hanya menyatakan bahwa apa yang terjadi dalam kongres sungguh-sungguh mengerikan. “Semua yang terjadi, adalah jauh lebih serius dari apa yang pernah kalian bayangkan selama ini. Konspirasi yang disusun telah benar-benar dirancang dengan sangat matang, sistematis, dan penuh dengan kejutan. Banyak orang penting terlibat dan tentunya dana yang disediakan juga tidak terbatas. Saya berkeyakinan, seluruh kerajaan dan gereja di Eropa ini tidak akan mampu membendung konspirasi tersebut. Ini benar-benar menakutkan, ” ungkapnya.
Atas desakan isterinya dan juga sejumlah kolega, akhirnya de Virieu menyatakan keluar dari perkumpulan.
Dengan sangat licin, Illuminati yang telah bersatu dengan Freemasonry terus bergerak. Mereka berada di belakang setiap revolusi, peperangan, dan peristiwa besar dunia. Nyaris semua pergantian penguasa di sejumlah negeri besar Eropa dan Amerika tidak lepas dari tangan kotor mereka.



Menundukkan Tiga Agama Besar
Satu hal yang jarang diketahui umum, gerakan paganis Yahudiyang juga disebut sebagai kaum Talmudian ini merupakan gerakan untuk menghancurkan semua agama langit. Taurat Musamereka ganti dengan TalmudAjaran Nabi Isa a.sdikotori dengan tangan Paulus, Yahudi dari Tarsus; dan ke dalam Islam mereka menyusupkan ajaran-ajaran Israiliyyat dan menyusupkan banyak hadits palsu dan mengatur beberapa konspirasi pemberangusan sejarah-sejarah Islam.
Mereka ini memiliki dendam kesumat terhadap Gereja yang telah menumpas para tetua mereka pada tahun 1307. Sebab itu mereka berupaya agar Gereja bisa ditundukkan dan menjadi pelayan kepentingan mereka. Salah satu bukti adalah surat balasan dari Rabi Yahudi di Konstantinopel kepada warga Yahudi yang tinggal di Arles, Perancis, yang menyatakan, “Jadilah kamu pemeluk Kristen, namun tetaplah pelihara Talmud di dalam hatimu. Agar kamu bisa menghancurkan mereka dari dalam…
Konspirasi mereka tetap berjalan dengan penuh kerahasiaan. Satu persatu negeri-negeri besar jatuh dalam cengkeraman mereka. Dari daratan Eropa, mereka menjangkau Amerika, dan juga seluruh dunia. Sejarah dunia yang kita kenal sekarang merupakan hasil kerja mereka. Hanya saja, sejarah resmi tidak pernah mencatat bahwa semua ini merupakan hasil dari kerja keras mereka, karena industri penulisan dunia pun dimiliki oleh jaringan mereka.
Tulisan bagian empat akan membahas konspirasi mereka di abad ke-20, di mana mereka berusaha menaklukkan dunia lewat peperangan dan pendirian lembaga-lembaga internasional seperti PBB, World Bank, dan sejenisnya. Salah satu program PBB yang akan dibahas nanti adalah tentang Codex Alimentarius, sebuah program pengendalian populasi manusia di mana Rockefeller menjadi salah satu penggeraknya. 

Rabu, 16 Januari 2013

AKHIR KONSPIRASI


Akhir Sebuah Kejelasan Konspirasi Yahudi

Diposting  : Abu Astri

zionism-boshevism
"Kita bahkan tidak dapat mengetahui bencana tanpa melihatnya dari sudut pandang "politik yang tidak benar." Hal itu membuat kita nostalgia terhadap laporan singkat yang semarak 90 tahun lalu ketika media utama masih menyebutnya sebagai isu yang paling mendesak sepanjang masa."
Setelah berakhirnya Revolusi Bolshevik, bangsa-bangsa yang beragama Kristen terbangunkan dari tidur mereka dan mengakui bahwa "Konspirasi Yahudi" bukan sekedar bagian dari imajinasi fanatik akan tetapi lebih merupakan sebuah kunci untuk memahami kondisi manusia.
Sejarah merupakan produk dari sebuah rencana jangka panjang okult yang direkayasa oleh para bankir Kabalis (Pemuja Setan) dalam rangka menundukkan umat manusia dengan menggunakan alat peperangan (untuk melakukan genosida), revolusi dan kehancuran sistem keuangan sebagai instrumen utama mereka.
churchilPada tahun 1920, setidaknya seorang tokoh yang bernama Winston Churchill berani untuk menulis:
"Dari zaman Spartacus-Weishaupt ke Karl Marx, hingga ke Trotsky (Rusia), Bela Kun (Hungaria), Rosa Luxemburg (Jerman), dan Emma Goldman (Amerika Serikat), konspirasi revolusioner diseluruh dunia ini berlangsung dalam rangka untuk menggulingkan peradaban dan dari atas puing-puingnya disusun kembali masyarakat berdasarkan atas kemajuan (ide okult) yang tertolak, yang bersumberkan atas iri dengki, (terhadap ajaran Ilahi) setrta kesetaraan yang tidak mungkin diwujudkan terus semakin meningkat."
penyebar-komunis-dunia
(Di Indonesia pemikiran Adam Weishaupt atau Spartacus berupa ajaran Atheis/Komunis disebarkan oleh tokoh-tokoh PKI (Partai Komunis Indonesia) a.l. seperti DN Aidit, Muso, Alimin, Tan Malaka, Semaun.-AZ)
penyebar-komunis-indonesia
Churchill nampaknya tidak tahu bahwa baik Zionisme maupun Komunisme keduanya merupakan perangkap konspirasi Luciferian, yang pada akhirnya ia pun kemudian mengabdikan diri kepadanya.
Dalam bukunya "The Decline of the West" (1918) Oswald Spengler mencatat bahwa hampir seluruh generasi dari kelas penguasa Jerman dan Inggris telah tewas dalam Perang Dunia I.
"Dengan demikian ras Anglo Saxon telah memasuki masa kemunduran yang tidak terelakkan yang memberi jalan kepada ras lain yang lebih kuat, kemungkinannya mereka yang berasal dari timur."
Semasa kebangkitan Komunisme dan migrasi besar-besaran orang Yahudi ke Amerika Serikat, banyak yang mengidentifikasikan kejadian tersebut sebagai penaklukan Yahudi.
Pada bulan Juli 1920, The Morning Post menerbitkan 18 rangkaian artikel yang mengatakan bahwa mereka telah lama ada, mereka "seperti kanker jantung dalam peradaban kita, sebuah sekte rahasia yang revolusioner, terutama yang berasal dari agama Yahudi, mereka bertekad untuk menghancurkan supremasi Kristen, mezhab dan martabatnya."
Dalam artikel pertama, seorang ahli Okult, Copin Albancelli, menyatakan bahwa "kekuatan Okult yang berada di belakang Freemasonry Revolusioner adalah pemerintahan rahasia bangsa Yahudi."
Artikel tersebut mengutip seorang Yahudi yang memeluk agama Kristen, Abbe Joseph Lehman, mengatakan bahwa adanya  "antagonisme Ibrani dalam ajaran agama Kristen telah menyebabkan orang-orang Yahudi memanfaatkan perkumpulan rahasia untuk kepentingannya." Sejak dari zaman Musa, komplotan rahasia merupakan pemelihara "kebenaran paling luhur dari agama Ibrani" dan tidak seperti rata-rata orang Yahudi lainnya yang tunduk kepada dominasi dunia.
The Morning Post kemudian menegaskan bahwa Protokol Orang-orang Bijak Zion (Protocols of the Elders of Zion) bukanlah merupakan sebuah ceritera bohong. Tujuan Yahudi adalah mendirikan "pemerintahan dunia yang akan dipimpin oleh seorang raja dari keturunan Daud."
Protokol Orang-orang Bijak Zion menghubungkan Yahudi dengan Freemasonry. Ada "Masonry dalam atau Yahudi Masonry, kekuasaan pemerintahan yang sebenarnya, dan ada Masonry dari lingkungan luar atau non-Yahudi (Goyim) yaitu yang secara membabi buta mengikuti [pengarahan dari Masonry Yahudi]
Menurut The Morning Post, Protokol  mendapatkan sanjungan dalam Revolusi Perancis: "Di atas reruntuhan aristokrasi alamiah Goyim, kami telah menetapkan aristokrasi kelas terdidik,  dipimpin oleh aristokrasi uang."
The Morning Post mengkaitkan Protokol Orang-orang Bijak Zion (Protocols of the Elders of Zion) kepada Revolusi Rusia. Hal ini diketahui dari dukungan persekongkolan kaum Yahudi Kabalis terhadap kaum sosialis, komunis dan anarkis yang berada dibawah tipu muslihat para bankir yang seolah-olah "berkeinginan kuat untuk mengabdikan dirinya kepada kelas pekerja."
Setelah merekayasa kehancuran keuangan, maka Goyim "akan dipaksa untuk menawarkan kepada kita kekuasaan internasional yang akan memungkinkan kita (Yahudi Masonry) secara bertahap menyerap semua kekuatan besar dunia dalam rangka membangun pemerintahan super."
nwo2
Nampaknya seperti Tata Dunia Baru (NWO) bukan?. Mereka yang non-Yahudi akan bekerja untuk Yahudi Kabalis yang berkuasa. Sebuah sistem pendidikan akan menghapus dari pikiran Goyim "mengenai memori mereka sebelumnya", dan "menetapkan agama Yahudi sebagai agama universal."
Tanda bahaya yang disuarakan oleh The Morning Post dikumandangkan oleh The Times of London. Pada bulan Mei 1920, Lord Northcliffe,  salah seorang pemilik The Times, mencetak artikel mengenai Protokol Zion dengan judul "The Jewish Peril, A Disturbing Pamphlet, A Call for an Enquiry." ("Bahaya Yahudi, Sebuah Pamflet yang Menggelisahkan, Ajakan untuk Penyelidikan.") Menyimpulkan:
"Sebuah penyelidikan yang tidak memihak ini akan didokumentasikan termasuk sejarah mereka yang paling diinginkan ... Apakah kita akan mengabaikan masalah ini tanpa penelitian dan membiarkan pengaruh Protokol Zion dengan tidak mencegahnya?"
Namun tanda bahaya Protokol Zion ini tidak diindahkan oleh sebagian besar manusia. Sebagaimana dijelaskan oleh Hillaire Belloc dalam bukunya The Jews (1922), bahwa Kerajaan Inggris bagian terbesarnya merupakan hasil dari sebuah aliansi antara Keuangan Yahudi dan Aristokrasi Inggris di bawah aturan Kabbalisme yaitu Freemasonry. Para Kabalis Tatanan Dunia (Baru) "Yahudi" tidak lain adalah merupakan perpanjangan dari Freemasonry.
Sebagaimana dijelaskan oleh Douglas Reed dalam A Controversy of Zion, Lord Northcliffe dinyatakan gila dan diracun pada tahun 1922. Howell Gywnne, editor dari The Morning Post bertahan hingga tahun 1937 sampai koran itu dibeli oleh sekutu Rothschild dan bergabung ke dalam The Telegraph. Dengan tipu muslihat terbaru yang disebut Perang Dunia II, keluarga Rothschilds meraup keuntungan yang sangat besar.
Kesimpulan
Dunia dewsa ini merupakan gambaran dari sebuah rencana yang telah dibuat sejak berabad-abad lalu yang dituangkan dalam Protokol Orang-orang Bijak Zion (The Protocols of the Elders of Zion.) sebagai Cetak Biru pelaksanaannya.
Demokrasi merupakan sebuah teka-teki. Kita dewasa ini dikendalikan oleh sebuah kelompok pemuja Setan. Mereka adalah para bankir Kabalis yang memiliki (mengendalikan) politisi Kiri dan Kanan.  Pendidikan membodohi kita. Media massa menipu, memecah belah dan merusak. Film yang paling populer mempertontonkan anak-anak yang saling membunuh sebagai hiburan para elit.
Kita diajarkan untuk merangkul homoseksualitas. Non-Yahudi harus dikebiri dan dipelihara.
Kita bahkan tidak dapat mengetahui bencana tanpa melihatnya dari sudut pandang "politik yang tidak benar." Hal itu membuat kita nostalgia terhadap laporan singkat yang semarak 90 tahun lalu ketika media utama masih menyebutnya sebagai isu yang paling mendesak sepanjang masa.